Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Cindy Zhang merilis single baru berjudul Familiar. Single ini merupakan perpaduan antara gaya Japanese City Pop dengan lirik yang menggambarkan kerinduan akan cinta masa lalu.
Single terbaru Cindy ini akan menyentuh hati siapa pun yang pernah merasakan kesulitan untuk melupakan, sambil menghadirkan nuansa nostalgia dari hubungan yang telah berlalu, yang terasa begitu akrab.
Dengan menggabungkan permainan gitar yang funky, synthesizer ala tahun 80-an, dan lapisan vokal yang mengilap, lagu ini menjadi anthem retro untuk album ketiga Cindy yang akan datang.
Baca juga : Pendarra Rilis Single Perjalanan Singkat
"Lagu ini cocok untuk para pecinta kenangan masa lalu, dan diilhami secara lirik oleh karya-karya seperti First Love dari Hikaru Utada dan Stay With Me dari Miki Matsubara," ungkap Cindy dalam keterangan pers, Kamis (25/4)
Single Familiar ditulis Cindy sejak 2021, terinspirasi oleh karya-karya dari para seniman J-Pop seperti Hikaru Utada dan Miki Matsubara.
Saat itu, lagu ini masih sederhana, hanya terdiri dari vokal dan akord, tanpa arah yang jelas dalam hal produksi atau nuansa. Namun, Cindy kemudian bertemu dengan produsernya, Coultre, lewat cover City Pop-nya dari lagu Ditto oleh NewJeans yang sangat dia gemari.
Baca juga : Badut Jadi Judul Lagu Kelima Meiska Adinda
Dengan kecintaannya akan gaya produksi ala tahun 80-an yang dimiliki Coultre, Cindy menghubunginya dan mereka pun memproduksi lagu tersebut secara remote melalui Instagram dan Zoom.
Dengan kepiawaian Coultre, lagu ini menjadi hidup dengan menciptakan sebuah alam nostalgia yang mengelilinginya, dengan gaya produksi retro funky yang menjadi ciri khasnya.
Coultre sendiri adalah produser dan musisi dari Indonesia. Mengusung konsep lagu 80-an, Coultre mencoba menggabungkan segala ciri khas yang ada pada lagu era tahun 80-an tanpa berlebihan.
Baca juga : Bernama Rindu, Single Kedua Tsabita Ailsha
Cindy Zhang adalah penyanyi dan penulis lagu keturunan Asia-Amerika, berhasil menciptakan perpaduan antara R&B dan neo-soul dengan elemen jazz serta kepekaan pop modern, menciptakan lanskap sonik yang abadi namun tetap kontemporer.
Lirik-liriknya mengangkat tema-tema tentang cinta, penemuan diri, dan kompleksitas hubungan manusia, menunjukkan tingkat kejujuran emosional yang mampu menghubungkan dengan pendengarnya, baik yang sedang jatuh cinta maupun yang sedang pulih dari cinta yang hilang.
Cindy terlibat dalam semua tahap produksi musiknya, mulai dari mixing, aransemen string, hingga produksi musik dan video lirik, menunjukkan keberagaman dan dedikasi yang dimilikinya terhadap karya-karyanya. (RO/Z-1)
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Sebagai pemenang Grand Prix dari 48.000 peserta, LIL LEAGUE kini memosisikan diri sebagai representasi energi segar bagi generasi baru pop Jepang.
Mark Sonnenblick, penulis lagu di balik kesuksesan film pertama K-Pop Demon Hunters, mengungkapkan bahwa tim produksi sedang mempersiapkan kelanjutan kisah para pemburu setan tersebut
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Tajuk Typhoon diambil dari titik balik krusial dalam hidup Luke Chiang.
Lagu Born in February dari WUSS merupakan narasi perlawanan terhadap stigma bahwa menjadi yang kedua berarti menjadi bayangan atau pengganti.
Lagu Sementara atau Selamanya dari Trisouls menyentuh sisi kerentanan seseorang saat memendam kekaguman dan kegugupan yang melanda ketika ingin mengungkapkan perasaan.
Berbeda dengan dua pendahulu dari Indra Dinda, Turun Di Sini Dulu hadir dengan sentuhan aransemen musik pop alternatif.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang sarat akan pesan tersurat, Hidup Tanpa Kata justru menonjolkan kekuatan dalam kesunyian.
Bagi Cakra Khan, proyek kolaborasi dengan Chrisye ini bukan sekadar pekerjaan profesional biasa, melainkan salah satu pencapaian tertinggi dalam perjalanan kariernya.
Meski baru berusia 16 tahun, Katyana Mawira membawa bekal pendidikan vokal formal yang telah ia tekuni sejak 2015 sebagai fondasi kuat dalam berkarya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved