Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSISI Cindy Zhang merilis single baru berjudul Familiar. Single ini merupakan perpaduan antara gaya Japanese City Pop dengan lirik yang menggambarkan kerinduan akan cinta masa lalu.
Single terbaru Cindy ini akan menyentuh hati siapa pun yang pernah merasakan kesulitan untuk melupakan, sambil menghadirkan nuansa nostalgia dari hubungan yang telah berlalu, yang terasa begitu akrab.
Dengan menggabungkan permainan gitar yang funky, synthesizer ala tahun 80-an, dan lapisan vokal yang mengilap, lagu ini menjadi anthem retro untuk album ketiga Cindy yang akan datang.
Baca juga : Pendarra Rilis Single Perjalanan Singkat
"Lagu ini cocok untuk para pecinta kenangan masa lalu, dan diilhami secara lirik oleh karya-karya seperti First Love dari Hikaru Utada dan Stay With Me dari Miki Matsubara," ungkap Cindy dalam keterangan pers, Kamis (25/4)
Single Familiar ditulis Cindy sejak 2021, terinspirasi oleh karya-karya dari para seniman J-Pop seperti Hikaru Utada dan Miki Matsubara.
Saat itu, lagu ini masih sederhana, hanya terdiri dari vokal dan akord, tanpa arah yang jelas dalam hal produksi atau nuansa. Namun, Cindy kemudian bertemu dengan produsernya, Coultre, lewat cover City Pop-nya dari lagu Ditto oleh NewJeans yang sangat dia gemari.
Baca juga : Badut Jadi Judul Lagu Kelima Meiska Adinda
Dengan kecintaannya akan gaya produksi ala tahun 80-an yang dimiliki Coultre, Cindy menghubunginya dan mereka pun memproduksi lagu tersebut secara remote melalui Instagram dan Zoom.
Dengan kepiawaian Coultre, lagu ini menjadi hidup dengan menciptakan sebuah alam nostalgia yang mengelilinginya, dengan gaya produksi retro funky yang menjadi ciri khasnya.
Coultre sendiri adalah produser dan musisi dari Indonesia. Mengusung konsep lagu 80-an, Coultre mencoba menggabungkan segala ciri khas yang ada pada lagu era tahun 80-an tanpa berlebihan.
Baca juga : Bernama Rindu, Single Kedua Tsabita Ailsha
Cindy Zhang adalah penyanyi dan penulis lagu keturunan Asia-Amerika, berhasil menciptakan perpaduan antara R&B dan neo-soul dengan elemen jazz serta kepekaan pop modern, menciptakan lanskap sonik yang abadi namun tetap kontemporer.
Lirik-liriknya mengangkat tema-tema tentang cinta, penemuan diri, dan kompleksitas hubungan manusia, menunjukkan tingkat kejujuran emosional yang mampu menghubungkan dengan pendengarnya, baik yang sedang jatuh cinta maupun yang sedang pulih dari cinta yang hilang.
Cindy terlibat dalam semua tahap produksi musiknya, mulai dari mixing, aransemen string, hingga produksi musik dan video lirik, menunjukkan keberagaman dan dedikasi yang dimilikinya terhadap karya-karyanya. (RO/Z-1)
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Tur ini dirancang secara masif dengan target lebih dari 160 kota di seluruh Indonesia, menjadikannya salah satu perhelatan musik terbesar yang pernah digelar di tanah air.
Kelima ikon musik itu adalah Michael Jackson, Freddy Mercury, Whitney Houston, John Lennon, dan Elvis Presley.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Nasida Ria dianggap merepresentasikan lintas generasi yang selaras dengan semangat teknologi yang inklusif dan tidak terbatas usia.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Nisa Farella mengungkapkan bahwa lirik dalam single Legowo adalah representasi dari proses belajar berdamai dengan perasaan.
Melalui dinamika melodi yang ekspresif, Atarayo berhasil memotret momen ketika jarak antara dua hati perlahan terkikis dalam intensitas yang tenang namun hangat.
Rumah dan Baju Barumu dari Batas Senja menggambarkan momen subtil namun mendalam ketika keterbatasan ekonomi menjadi ujian bagi sepasang kekasih.
Melalui liriknya, Wali menggunakan metafora dua peristiwa besar dalam sejarah Islam, Perang Badar dan Perang Uhud, untuk menggambarkan dinamika kehidupan masyarakat modern.
Berbeda dengan lagu religi pada umumnya yang kerap identik dengan perayaan momentum tertentu, Menuju Cahaya dari Marcell Siahaan justru menitikberatkan pada proses personal yang mendalam.
Sebagai pembuka dari edisi deluxe ini, Laufey telah merilis single terbaru berjudul How I Get.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved