Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TODD Philips, selaku sutradara film membagikan poster terbaru film Joker : Folie à Deux yang dirilis di laman akun instagram pribadinya, (3/4).
Dari unggahan tersebut, menampilkan sebuah poster perdana yang bergambarkan Joaquin Phoenix sebagai sosok joker sedang menari bersama Lady Gaga di bawah sorotan sinar terang. Dalam poster tersebut juga disertai tulisan “The World Is a Stage” atau "Dunia adalah Sebuah Panggung."
Sekuel musikal 'Joker' saat ini sedang bersiap untuk proses promosi filmnya. Pasalnya, filmnya sendiri akan tayang dalam waktu dekat, yakni pada 4 Oktober 2024. Ini bakalan menjadi salah satu film yang sangat dinantikan oleh masyarakat terutama para penggemar film Joker.
Baca juga : Sutradara Bocorkan Tampilan Lady Gaga di Sekuel Film Joker
Seperti yang diketahui, Joker: Folie á Deux selain akan kembali menghadirkan sosok Joaquin Phoenix yang akan berperan sebagai Arthur Fleck alias Joker, kita juga akan melihat aksi dari penyanyi terkenal, penulis lagu, sekaligus aktris, yaitu Lady Gaga. Penyanyi lagu poker face ini akan berperan sebagai Harleen Quinzell atau Harley Quinn dalam film ini.
Alur cerita film Joker: Folies à Deux diketahui melanjutkan cerita Arthur Fleck setelah kejadian di film pertama. Dalam film kedua ini, Arthur akan terlihat sedang di Arkham Asylum (rumah sakit jiwa), di mana ia akan bertemu Harley Quinn, seorang psikolog yang merawatnya.
Sementara itu, sempat beredar foto yang menunjukkan Arthur dan Harley melarikan diri dari Arkham dan mulai melakukan petualangan bersama.
Mengutip dari salah satu sumber, mengungkapkan bahwa kemungkinan film Joker 2 sebagian besar merupakan musikal jukebox dengan setidaknya terdapat 15 cover lagu-lagu yang sangat terkenal dengan ruang musik orisinal dan kabarnya, akan menceritakan kisah cinta Joker dan Harley Quinn yang penuh dengan unsur musikal.
Sebelumnya, Phoenix dan Lady Gaga terlihat sedang syuting adegan bernyanyi dan menari di luar ruangan. Jadi kemungkinan film ini akan berbeda dari film superhero lainnya. Selain itu, dengan adanya Lady Gaga, banyak orang berharap ada musik orisinal yang ikut campur kedalamnya. (Z-10)
Mengejar Restu menghadirkan kisah tentang kekuatan dan keteguhan hati seorang perempuan dalam menghadapi konflik, pilihan hidup, serta realitas yang kerap tak mudah dijalani.
Drama Korea terbaru “A Hundred Memories” kembali mencuri perhatian dengan merilis poster spesial yang menandai dimulainya paruh kedua perjalanan cerita.
Visual poster film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ini menampilkan seorang yang tengah diikat di sebuah tiang kayu, dengan kobaran api yang mengelilinginya.
Tsabita dan tim mahasiswa KKN Unimus Semarang menggelar demonstrasi terapi rendam kaki air hangat di Desa Pranggong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.
Film Keluarga Super Irit menceritakan perjuangan keluarga Sukaharta dalam menjalani hidup hemat usai sang kepala keluarga kehilangan pekerjaan.
Sutradara Teddy Soeriaatmadja menjelaskan bahwa film Mungkin Kita Perlu Waktu menggambarkan realita bahwa setiap orang punya cara masing-masing dalam menghadapi trauma.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved