Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN William kini kembali diisukan tentang perselingkuhannya dengan bangsawan Inggris Lady Rose Hanbury yang pernah beredar pada 2019 lalu. Dilansir dari beberapa sumber, isu perselingkuhan Pangeran William dan Lady Rose kembali memanas pada Maret 2024, setelah Kate menjalani operasi perut dan tidak terlihat di hadapan publik selama 3 bulan.
Ketidakhadiran Kate Middleton di tengah publik pun menimbulkan rumor yang tidak sedap terkait rumah tangganya bersama Pangeran William.
Isu ini semakin memanas setelah Kate Middleton mengunggah foto di Instagram tanpa memakai cincin pernikahan di jarinya dalam rangka Hari Ibu di Inggris dan jarang terlihat tampil bersama suaminya.
Baca juga : Kate Middleton Akhirnya kembali Terlihat di Ruang Publik Pascaoperasi
Banyak warganet yang berspekulasi bahwa foto itu adalah foto lama, ada juga yang mengatakan hal itu tidak disengaja serta ada juga yang meyakini bahwa hal itu disengaja.
Sekedar informasi, sebelumnya kala itu William dan Rose Hanbury terlihat tengah berada di sebuah pesta bersama, disaat Kate sedang hamil anak ke-3 yakni Pangeran Louis.
Dari momen tersebut sempat diisukan bahwa Pangeran William tidak setia dengan istrinya Kate. Banyak warganet yang memberikan dukungan kepada Kate Middleton.
Baca juga : Pangeran Harry Terbang ke London Menjenguk Raja Charles III Usai Diagnosa Kanker
"Kate, jangan biarkan apa yang terjadi pada Diana menimpamu, jangan terintimidasi. Anda adalah putri dan calon Ratu. William, betapa sedihnya kamu telah mengulanginya," ucap @pilar271117 di akun laman instagram @katemiddletonprincessofwales.
Baik Kate maupun William belum memberi penjelasan dari kabar miring pernikahan mereka. Selain itu, ditambah dengan absennya Kate dari tugas kerajaan membuat nama Rose Hanbury menjadi ramai di sosial media. Para pakar kerajaan serta wartawan telah mengecam rumor tersebut.
Semenjak rumor perselingkuhan terangkat, Kate melihat Rose Hanbury sebagai rival atau tetangga saingan. Dan diketahui bahwa hubungan persahabatan keduanya saat ini juga merenggang
Baca juga : Pangeran William dan Kate Middleton Nyatakan Dukungan untuk Rakyat Ukraina
Rose Hanbury bukanlah sosok yang asing diantara Pangeran William dan Kate Middelton. Rose merupakan cucu dari Lady Elizabeth Lambert, teman masa kecil Ratu Elizabeth II.
Selain itu, Rose Hanbury juga sudah menikah dengan David George Philip Cholmondeley pada 2009 lalu. David merupakan seseorang yang berasal dari keluarga bangsawan di Inggris. Keduanya dikaruniai tiga orang anak, satu anak perempuan dan dua orang anak kembar laki-laki
Rose Hanbury sendiri pernah berkarir di dunia modeling, ia pun sempat bergabung dengan agensi yang sama dengan super model asal Inggris, Kate Moss. (Z-10)
Kate Middleton dan Putri Anne tampak bersenda gurau saat menghindari ciuman pipi karena aksesori topi.
Pangeran William mengaku sedang tidak dalam kondisi tenang untuk menonton film 'Hamnet'.
Pangeran William dan Kate Middleton tampil selaras di BAFTA Film Awards pasca-penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor.
Yang menjadi sorotan utama para pengamat fashion adalah keputusan Kate untuk melakukan rewear. Gaun ini merupakan busana yang sama yang pernah ia kenakan saat menghadiri gala
Pangeran William dan Kate Middleton menyatakan keprihatinan mendalam atas skandal Jeffrey Epstein yang menyeret Pangeran Andrew.
Kate Middleton dan Putri Charlotte memberikan kejutan manis lewat duet piano di konser Together at Christmas.
KABAR bohong atau hoaks mengenai pemberlakuan penguncian wilayah (lockdown) di Kent, Inggris, mulai Mei 2026 akibat wabah meningitis, beredar luas di media sosial.
Wabah meningitis MenB di Inggris terkait klaster kampus. Kenali gejala awal, cara penularan, dan langkah pencegahannya.
UKHSA melaporkan 29 kasus penyakit meningokokus di Kent, Inggris, dengan dua korban jiwa. Otoritas kesehatan terus lakukan vaksinasi dan pemberian antibiotik.
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved