Headline

Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.

Gara-gara Topi, Kate Middleton dan Putri Anne Hindari Ciuman Pipi di Westminster Abbey

Thalatie K Yani
10/3/2026 08:37
Gara-gara Topi, Kate Middleton dan Putri Anne Hindari Ciuman Pipi di Westminster Abbey
Kate Middleton dan Putri Anne tampak bersenda gurau saat menghindari ciuman pipi karena aksesori topi.(AFP)

KELUARGA Kerajaan Inggris baru saja berkumpul dalam suasana hangat pada upacara Commonwealth Day di Westminster Abbey. Namun, ada satu momen menarik yang mencuri perhatian publik saat Kate Middleton dan Putri Anne saling menyapa. Keduanya tertangkap kamera menghindari tradisi ciuman pipi yang biasa dilakukan sesama anggota keluarga. Alasannya ternyata cukup praktis, busana mereka.

Meski Pangeran William menyapa bibinya dengan kecupan di kedua pipi, Kate Middleton, 44, dan Putri Anne, 75, tampak bersenda gurau saat mereka memilih untuk tidak melakukan hal serupa. Menurut laporan koresponden kerajaan, Rebecca English dari Daily Mail, aksesori topi lebar yang dikenakan Kate menjadi "penghalang" utama.

"Tidak mungkin Putri Anne akan mencoba mencium di balik topi besar seperti yang dikenakan Princess of Wales," tulis English dalam unggahan video momen tersebut di media sosial.

Tradisi dan Protokol yang Hangat

Meski harus berhati-hati dengan hiasan kepalanya, Kate tetap menunjukkan kehangatan kepada anggota keluarga lainnya. Saat menyapa Raja Charles III, 77, dan Ratu Camilla, 78, Kate melengkapi sapaannya dengan kerudung (curtsy) yang anggun.

Pangeran William, 43, menjadi anggota keluarga pertama yang menyambut ayahnya, yang tiba tepat sebelum upacara dimulai, dengan kecupan di kedua pipi. William kemudian memberikan salam serupa kepada Ratu Camilla. Walaupun protokol kerajaan biasanya mengharuskan penghormatan formal seperti membungkuk atau curtsy kepada raja dan ratu, keluarga ini sering kali menunjukkan sisi informal melalui pelukan dan ciuman di acara-acara tertentu.

Gaya Formal Putri Anne

Putri Anne dikenal sebagai sosok yang lebih menyukai sapaan formal, meski sering menyelipkan humor di dalamnya. Baru-baru ini, saat kapten tim rugbi Skotlandia, Sione Tuipulotu, mencoba memeluknya setelah kemenangan tim, Anne justru memilih berjabat tangan dengan nada bercanda.

Sikap formal Putri Anne ini kabarnya semakin teguh setelah wafatnya Ratu Elizabeth II pada 2022. Dalam buku The Making of a King: King Charles III and the Modern Monarchy, penulis biografi Robert Hardman menceritakan momen ketika seorang staf senior menawarkan pelukan kepada Anne tak lama setelah sang Ratu wafat.

Putri Anne menanggapi tawaran tersebut dengan senyum kecut. "Itu adalah terakhir kalinya hal tersebut (pelukan) akan terjadi," ujar sang Putri dengan tegas, sebagaimana dikutip dalam buku Hardman.

Momen di Westminster Abbey ini pun kembali memperlihatkan bagaimana keluarga kerajaan menyeimbangkan antara tradisi, kenyamanan berbusana, dan kepribadian masing-masing di hadapan publik. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya