Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Sara Fajira mengaku banyak belajar untuk mendalami perannya sebagai Ayu dalam film horor Sinden Gaib, yang akan ditayangkan di bioskop mulai 22 Februari 2024.
"Luar biasa menantang. Sara harus berinteraksi dan ngobrol langsung dengan Mbak Ayu dan keluarganya. Bahkan Sara harus belajar menyinden," kata Sara, Senin (19/2).
Sara menuturkan film Sinden Gaib dibuat berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh Ayu, beberapa tahun lalu, ketika Ayu dirasuki sosok gaib sinden bernama Mbah Sarinten.
Baca juga : Ini Pesan yang Ingin Disampaikan dari Film Pemandi Jenazah
Demi menjalankan peran sebagai Ayu, Sara belajar menyinden dengan langgam khas Banyuwangi.
Baca juga : Film Ali Topan Tayang Hari Ini
"Nyinden langgam Banyuwangi pakai bahasa Osing ini sangat-sangat sulit. Ini luar biasa karena memiliki teknik tersendiri, ciri khasnya sendiri, penekanan beda, bahasanya juga beda," ujarnya.
Sara juga mempelajari kehidupan sehari-hari Ayu agar bisa menampilkan adegan secara natural di film.
Film Sinden Gaib mengangkat kisah nyata dari Trenggalek, Jawa Timur, tentang Ayu yang terus didatangi oleh sinden dari alam gaib bernama Sarinten.
Baca juga : Kingdom of the Planet of the Apes Rilis Trailer Terbaru
Banyak paranormal sudah diminta membantu mengatasi gangguan sinden itu, tetapi tidak berhasil. Hingga kini, Sarinten katanya masih bersemayam di tubuh Ayu.
Dalam film Sinden Gaib, produksi Starvision, penyanyi Sara Fajira berperan sebagai Ayu dan Yuyun Arfah berperan sebagai Mbah Sarinten.
Riza Syah, Dimas Aditya, Naufal Samudra, Arla Ailani, Laras Sardi, Rizky Hanggono, Yeyen Lidya, Liek Suyanto, dan Novita Hardini juga berperan dalam film yang disutradarai Faozan Rizal tersebut. (Ant/Z-1)
Sara Fajira menceritakan, insiden kesurupan itu terjadi di salah satu lokasi pengambilan gambar film Maju Serem Mundur Horor yang dikenal memiliki aura mistis.
Film “Mantra Surugana” mengisahkan bangkitnya sosok iblis lewat mantra dan kutukan yang menghantui Tantri (Sitha Marino).
Meskipun telah menemukan zona nyaman, Sara tidak menutup diri mengambil peran di genre film lainnya dan masih mencoba terus belajar di dunia seni peran.
Mereka memasukkan sentuhan progressive house serta imbuhan tema permainan instrumen gitar yang catchy dalam lagu berjudul Sassy.
Push It Down adalah lagu yang didedikasikan untuk semua pahlawan atau legends, khususnya para Pro Player dan pelaku eSports di Indonesia.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved