Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA generasi bersatu dalam eksplorasi musik elektronik. Osvaldo Nugroho dan Winky Wiryawan, yang pernah melewati era keemasan dari skena musik elektronik Tanah Air, menggandeng nama baru untuk lagu baru mereka, Sara Fajira.
Kali ini, mereka memasukkan sentuhan progressive house serta imbuhan tema permainan instrumen gitar yang catchy dalam lagu berjudul Sassy.
"Kami melihat eksplorasi musik Sara yang menembus berbagai genre, mulai dari pop, elektronik sampai ke metal, benar-benar total, kata Osvaldo dan Winky dikutip dari siaran resmi, Senin (23/5).
Baca juga: Tantri Kotak Tegaskan tidak Merasa Tersaingi dengan Musik Senja
Mereka mengatakan, konsep Sassy merupakan bentuk eksplorasi musik elektronik era club pada 2000-an, tapi diwarnai dengan tarikan nada vokal yang modern.
Lirik Sassy sendiri menceritakan tentang sisi lain perempuan yang juga bisa seperti laki-laki, melanglang buana, tebar pesona, bermain ke sana-ke mari, tidak terbawa perasaan, tidak ada hubungan atau tali ikatan antara satu sama lain, mencari kesenangan dan kebahagiaan hanya untuk dirinya sendiri.
"Lelah dengan hubungan yang terulang itu-itu saja, lalu memutuskan untuk menyembuhkan diri sendiri dengan bersenang-senang tanpa harus mencari cinta atau jatuh cinta."
"Lagu Sassy, buat gue, adalah salah satu original track club friendly yang bisa dimainkan semua DJ. Dengan sound progressive house di era gue dan Osvaldo yang kental dan isian vokal Sara, mengingatkan pada sound-sound 2000-an yang sering gue mainin di serial event Basement Of Heaven (B.O.H)," jelas Winky yang juga dikenal lewat aktingnya di film layar lebar.
"Gue dan Winky benar-benar seperti melewati lorong waktu perjalanan karier kami dan kami tuangkan melalui sound-sound di lagu Sassy ini. Dan vokal dari Sara yang sangat merepresentasikan EDM scene masa kini sebagai perwujudan bahwa kami masih konsisten di karier musik dan (profesi) DJ kami," timpal Osvaldo.
Menurut Sara Fajira, yang menulis liriknya, Sassy merupakan lagu yang seru. Tidak hanya dari warna musik, genre-nya yang memantik nostalgia yang dibuat oleh Winky Wiryawan dan Osvaldo Nugroho.
"Gambaran dari Sassy ini sendiri juga, adalah liriknya yang membuat menarik. Mungkin ini adalah salah satu perwakilan untuk para perempuan yang juga merasakan hal yang sama. Sungguh menggemaskan," seru Sara. (Atn/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Sara Fajira menceritakan, insiden kesurupan itu terjadi di salah satu lokasi pengambilan gambar film Maju Serem Mundur Horor yang dikenal memiliki aura mistis.
Sara menuturkan film Sinden Gaib dibuat berdasarkan kisah nyata yang dialami oleh Ayu, beberapa tahun lalu, ketika Ayu dirasuki sosok gaib sinden bernama Mbah Sarinten.
Film “Mantra Surugana” mengisahkan bangkitnya sosok iblis lewat mantra dan kutukan yang menghantui Tantri (Sitha Marino).
Meskipun telah menemukan zona nyaman, Sara tidak menutup diri mengambil peran di genre film lainnya dan masih mencoba terus belajar di dunia seni peran.
Push It Down adalah lagu yang didedikasikan untuk semua pahlawan atau legends, khususnya para Pro Player dan pelaku eSports di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved