Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSAL Music Group (UMG) melontarkan ancaman serius kepada TikTok, salah satu platform media sosial terbesar di dunia, bahwa mereka akan menarik seluruh lagu mereka dari platform tersebut. Ancaman itu muncul setelah terjadi kebuntuan dalam negosiasi antara UMG dan TikTok terkait kompensasi bagi artis dan penulis lagu.
Dalam sebuah surat terbuka, UMG menuduh TikTok berusaha membangun bisnis musik tanpa membayar nilai yang adil untuk musik yang mereka gunakan di platform mereka.
“Mereka belum menyetujui syarat-syarat perjanjian baru. Setelah perjanjian yang berlaku berakhir, Universal Music Group, termasuk Universal Music Publishing Group, akan menghentikan izin konten mereka untuk layanan TikTok dan TikTok Music,” ujar UMG dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca juga : Inovasi Pemasaran, Momogi Rangkul Anak Kalangan Selebritas
Meskipun kedua belah pihak telah duduk bersama untuk membahas perjanjian baru, perjanjian yang ada masih belum diperbaharui, menyisakan sejumlah isu sensitif yang belum terselesaikan.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam negosiasi adalah kompensasi yang tepat bagi artis dan penulis lagu. UMG menekankan pentingnya memberikan kompensasi yang setimpal untuk karya-karya seni yang digunakan di platform tersebut, sementara TikTok mencoba memaksa mereka menerima kesepakatan dengan nilai yang jauh lebih rendah dari yang sebelumnya disepakati.
“Pada akhirnya, TikTok berupaya untuk mengembangkan bisnis berbasis musik tanpa membayar nilai yang adil untuk musik tersebut," tambah UMG
Baca juga : Lagu Negeri di Awan Di-Remastered dan Dirilis di Platform Digital
Selain itu, isu keselamatan dari bagi pengguna dan perlindungan terhadap artis dari bahaya kecerdasan buatan juga menjadi perhatian dalam negosiasi tersebut.
UMG menyatakan keprihatinan mereka terhadap keamanan dan privasi pengguna TikTok, serta risiko yang mungkin timbul dari penggunaan kecerdasan buatan dalam menyajikan konten musik.
Menanggapi ancaman tersebut, TikTok mengeluarkan pernyataan yang mengecam tindakan UMG. Mereka menyatakan UMG menempatkan keserakahan mereka di atas kepentingan artis yang mereka wakili.
Baca juga : Laporan TikTok: Konsumen di Tanah Air Kian Prioritaskan Nilai dari pada Harga
TikTok menegaskan mereka telah menjadi platform yang sangat penting bagi promosi dan penemuan bakat bagi artis di seluruh dunia, dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif setiap bulannya.
Namun, meskipun memiliki pengguna yang besar, TikTok hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan Universal Music Group. Ini menunjukkan bahwa kepergian UMG dari platform tersebut dapat memiliki dampak besar terhadap keseluruhan pendapatan TikTok.
Selain itu, UMG juga mencatat adanya masalah lain di TikTok, termasuk jumlah besar rekaman yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan di platform tersebut dan kurangnya upaya untuk menangani pelanggaran hak cipta musik artis.
Baca juga : Matrix Indonesia Gelar Kompetisi Hairdresser Nasional
Keputusan UMG untuk menarik katalog lagu mereka dari TikTok akan memiliki dampak yang luas, tidak hanya bagi pengguna TikTok yang kehilangan akses ke lagu-lagu favorit mereka, tetapi juga bagi industri musik secara keseluruhan.
Hal ini dapat memicu perubahan besar dalam dinamika antara label rekaman dan platform media sosial dalam industri musik digital yang terus berkembang.
Diketahui para musisi yang berada di bawah naungan Universal Music Group melibatkan nama-nama besar seperti Taylor Swift, Bad Bunny, Sting, The Weeknd, Alicia Keys, SZA, Steve Lacy, Drake, Billie Eilish, Kendrick Lamar, Rosalía, Harry Styles, Ariana Grande, Justin Bieber, Adele, U2, Elton John, J Balvin, Brandi Carlile, Coldplay, Pearl Jam, Bob Dylan, dan Post Malone.
Baca juga : Selena Gomez Rehat dari Medsos dan Berencana Pensiun Jadi Penyanyi
Dengan kedua belah pihak tetap teguh pada posisi mereka, sementara lagu-lagu dari penyanyi tersebut akan ditarik mulai Rabu (31/1). Situasi ini menunjukkan kompleksitas dan ketegangan yang terjadi di balik layar dalam bisnis musik modern. (AFP/Z-1)
Kalau kamu ingin jadi kreator, fitur seperti Analytics, Playlist, Stitch, dan Auto Caption sangat membantu meningkatkan performa konten.
Céline Dion akhirnya merambah dunia TikTok di awal 2026. Simak video perdananya yang lucu dan pesan menyentuh untuk para penggemar.
Fenomena baru tengah ramai diperbincangkan di TikTok menjelang akhir 2025. Tren tersebut dikenal dengan nama Great Lock In.
Penyanyi Camila Cabello tanggapi meme "Quismois" yang viral sejak penampilannya di Gedung Putih. Intip pengakuannya soal trauma di bulan Desember.
Fitur TikTok dirancang untuk hiburan, kreativitas, interaksi sosial, dan bisnis digital.
TikTok Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan pengguna sepanjang 2025, seiring meningkatnya aktivitas dan tantangan di ruang digital.
Konten di media sosial bisa berupa teks, foto, video, suara, atau siaran langsung, dan interaksi dilakukan melalui like, komentar, share, atau pesan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Kemkomdigi bergerak cepat merespons keresahan publik terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram dan keamanan fitur reset kata sandi.
Sedang mencari kata kata gamon yang mewakili perasaanmu? Temukan kumpulan caption gagal move on paling menyentuh dan aesthetic untuk media sosial di sini.
DENSUS 88 Antiteror mengidentifikasi sekitar 70 anak di Indonesia terpapar ideologi kekerasan ekstrem.
Densus 88 Antiteror Polri merilis daftar 27 grup media sosial yang menyebarkan ideologi ekstrem seperti Neo Nazi kepada anak-anak. Simak daftarnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved