Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMILIKI tuntutan ketika proses syuting film sudah pasti menjadi suatu hal yang harus dijalani seorang aktor, salah satunya bagi Ganindra Bimo.
Di film aksi terbarunya, yakni 13 Bom di Jakarta, Bimo mengungkap berbagai cara yang ia lakukan untuk memerankan Emil, Deputi Antiteror di Badan Kontra Terorisme Indonesia (ICTA). Menurut Bimo, karakter Emil identik dengan sikap tegas dan aura mengintimidasi serta fisiknya yang gagah.
“Kalau secara bentuk fisik, gue mencoba olah tubuh yang baru untuk memerankan karakter gue di 13 Bom di Jakarta,” kata Bimo.
Baca juga: Gara-Gara Film 13 Bom di Jakarta, Chicco Kurniawan Jadi Menekuni Dunia Investasi
“Gue juga harus naikin berat badan sampai 6 kilogram supaya terlihat pas ke outfit yang akan dipakai Emil, salah satunya baju pro combat. Kata Mas Angga (sutradara), itu cocok sama gue tapi dikasih catatan untuk gue harus muscle up (latihan kekuatan otot). Akhirnya gue lakuin dan kekejar sebelum syuting adegan yang pakai baju itu,” tambah Bimo.
Tidak hanya itu, Ganindra Bimo juga menjelaskan latihan gerak tubuh yang ia lakukan demi mendalami karakternya.
“Gue juga mencoba gerak jalan yang baru untuk mengurangi gerakan-gerakan mikro yang mungkin akan mengganggu pergerakan karakter Emil, karena emang Emil agak statis, kaku tapi masih ada sisi luwesnya. Nah, ini yang mesti gue latih tiap hari,” tambah Bimo.
Baca juga: Niken Anjani Mengaku Rutin Nge-gym Demi Film 13 Bom di Jakarta
Selain latihan fisik, Bimo juga berlatih menciptakan aura intimidasi agar sesuai dengan pembawaan dari karakter Emil.
“Ya walaupun gue udah punya disiplin olahraganya, tapi gue belum punya sisi intimidasi Emil terhadap set dan situasinya. Jadi, gue tetap perlu belajar membangun aura intimidasi yang dimiliki Emil. Karena karakternya dari look sudah terlihat intimidatif bahkan ketika lagi diem aja,” tutur Bimo.
Kini, film 13 Bom di Jakarta telah berhasil meraih lebih dari 600 ribu penonton di hari ketujuh penayangannya di bioskop. Karakter Emil yang diperankan Bimo pun membuat penonton dan netizen terkagum, karena terlihat cocok dan meyakinkan sebagai seorang anggota Badan Kontra Terorisme Indonesia.
“Kemarin nonton film ini, karena yang main Rio Dewanto alias actor indo fav aku. DAN BAGUS BGT!! dari segi acting, plot, cinematography, dan action itu keren semua. Dari awal udah tegang, gak dikasih nafas. Dan.. aku kecantol sama Ganindra Bimo. mas Emil omggg 100/10 from me!” cuit akun X @strawthekyos.
“@13bomdijktfilm 9/10 —Indonesia needs more. hats off!!! brilliant idea, nice execution. valid.
jatuh cinta sama Ganindra Bimo. gokil!!!!” seru akun X @luulaabyys.
“Gara2 nih film jadi nge fans sama kak @ganindrabimo” tulis akun Instagram @fromewulan.
Di film action 13 Bom di Jakarta, Ganindra Bimo juga beradu peran dengan Rio Dewanto, Lutesha, Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Putri Ayudya, dan Niken Anjani. Film 13 Bom di Jakarta kini masih tayang di bioskop. (RO/Z-1)
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Siapa Boiyen? Ini profil lengkap Yeni Rahmawati, komedian dan pedangdut yang kini jadi sorotan usai menggugat cerai suaminya di PA Tigaraksa.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Film ini mengisahkan tentang seorang mantan agen elit bernama Oscar Mandalika, yang harus kembali terjun ke dunia yang pernah ia tinggalkan.
“Di akting, gue bisa dapetin peran yang gue butuhin dalam hidup, bisa jadi siapa pun. Tapi, kalau nyanyi dan bermusik, gue bisa luapkan semua emosi gue," ujar Ardhito.
Sempat sulit mengatur keseimbangan porsi bekerja dan menikmati hidup, Ardhito mengungkapkan dirinya sampai dinasehati dan diberi banyak masukan oleh teman-temannya.
Selama ini, untuk menjaga kesehatannya, Bimo banyak minum air putih dan tidak mengonsumsi minuman manis.
Ardhito Pramono berperan sebagai William, sosok anak muda pendiri perusahaan mata uang digital yang mahir di bidang teknologi.
Dalam kehidupan nyata, ternyata Ardhito sendiri pernah merasakan diteror secara personal. Ia mendapatkan pesan berisi ancaman melalui internet dari orang yang tak dikenal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved