Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
G-DRAGON Big Bang dilaporkan telah mencukur seluruh rambut tubuhnya sebelum menghadiri pemanggilan polisi pada Senin (6/11) terkait dugaan kasus narkoba. Pada hari tersebut, G-Dragon secara sukarela tampil di penyelidikan pertama yang dilakukan oleh Divisi Investigasi Kejahatan Narkoba Kepolisian Metropolitan Incheon dan hasil tes narkoba sederhana menunjukkan negatif, memperkuat klaim ketidakbersalahannya.
Namun, beberapa hari kemudian terungkap bahwa G-Dragon mencukur seluruh tubuhnya kecuali rambutnya, menimbulkan kecurigaan bahwa dia berupaya menghindari tes narkoba. Praktik ini sebelumnya dilakukan oleh tokoh publik lain seperti Park Yoo-chun dan Robert Holley dalam konteks serupa.
G-Dragon membantah tuduhan ini, menyatakan kepada polisi bahwa dia mencukur rambutnya sebagai kebiasaan biasa dan bukan untuk menghindari penyelidikan. Meskipun tes narkoba sederhana dapat memberikan hasil yang akurat, penggunaan narkoba dalam rentang 5 hingga 10 hari terakhir, dalam beberapa kasus, diperlukan tes rambut untuk informasi yang lebih rinci. Namun, karena G-Dragon tidak memiliki rambut tubuh, polisi memutuskan untuk mengambil sampel kuku sebagai alternatif.
Baca juga: Mobil BMW Seri i7 xDrive 60 yang Digunakan G-Dragon ke Kantor Polisi Laku Keras
Polisi mencurigai G-Dragon berupaya menghancurkan bukti dengan mencukur rambut tubuhnya, dan mereka berencana untuk memperluas penyelidikan guna mengamankan bukti lainnya. Mereka juga akan memanggil G-Dragon kembali setelah menerima hasil pemeriksaan terperinci dari Layanan Forensik Nasional.
Biasanya, tes narkoba sederhana memberikan hasil dengan akurasi 100%, tetapi hanya dapat mendeteksi obat-obatan yang dikonsumsi 5 hingga 10 hari yang lalu. Oleh karena itu, penyelidikan narkoba seringkali membutuhkan tes rambut tubuh selain tes urine.
Baca juga: Hasil Tes Narkoba G-Dragon Negatif
Pemeriksaan kuku dapat mengungkap penggunaan narkoba dari sekitar 5 hingga 6 bulan yang lalu dan mendeteksi zat seperti methamphetamine atau ecstasy. Dalam kasus rambut, penggunaan narkoba dapat dianalisis hingga satu tahun tergantung pada panjangnya. Namun, untuk orang seperti G-Dragon yang sering mewarnai atau mencerahkan rambut mereka karena sifat pekerjaan mereka, lebih sulit mendeteksi semua zat narkoba.
Sampai saat ini, hasil uji dari sampel kuku dan folikel rambut yang dikirim ke laboratorium forensik masih menunggu pengumuman. Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan setelah penerimaan hasil tersebut untuk memutuskan langkah selanjutnya dalam kasus ini. (Z-10)
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja dengan total berat 9,4 kilogram di wilayah Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Militer AS melakukan serangan mematikan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba di Pasifik Timur. Operasi "Southern Spear" kini menuai kecaman terkait legalitas hukum.
Hubungan AS-Kolombia memasuki babak baru. Presiden Gustavo Petro dan Donald Trump bertemu di Gedung Putih untuk mengakhiri setahun konflik diplomatik dan sanksi.
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BINTANG K-Pop G-Dragon telah menyampaikan kabar gembira yang ditunggu-tunggu oleh setiap VIP, sebutan untuk penggemar Big Bang.
G-DRAGON guncang panggung dengan perhiasan Jacob & Co. seberat 209,71 karat.
Kolaborasi lintas benua antara Rosé (BLACKPINK) dan Bruno Mars berhasil menyabet Daesang Song of the Year. Berikut daftar nominasi beserta pemenangnya.
Musisi sekaligus ikon global, G-Dragon, menarik perhatian publik setelah membagikan foto dari ajang Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 yang digelar di Gyeongju
Presiden Prabowo Subianto menyinggung fenomena budaya populer Korea yang telah menghipnotis dunia, termasuk Indonesia di depan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung.
Dua dekade setelah BoA membawakan lagu “No.1” di jamuan makan malam para pemimpin APEC 2005 di Busan, musik pop Korea kini bukan lagi sekadar hiburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved