Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Dua dekade setelah BoA membawakan lagu “No.1” di jamuan makan malam para pemimpin APEC 2005 di Busan, musik pop Korea kini bukan lagi sekadar hiburan. K-pop telah menjelma menjadi wajah utama diplomasi budaya Korea di panggung dunia.
Jika pada 2005 BoA mewakili semangat muda Korea di hadapan tokoh-tokoh seperti George W. Bush dan Vladimir Putin, maka APEC 2025 di Gyeongju menunjukkan perubahan besar: K-pop kini berada di pusat strategi global Korea.
Tahun ini, G-Dragon ditunjuk sebagai duta kehormatan APEC 2025, memimpin kampanye promosi bersama Jang Won-young dari Ive. Sementara itu, RM BTS mencatat sejarah sebagai artis K-pop pertama yang menjadi pembicara utama di APEC CEO Summit, membawakan pidato bertema “Industri Kreatif dan Daya Lembut K-Culture di Kawasan APEC.”
Penampilannya menegaskan perubahan peran artis K-pop — bukan hanya penghibur, tetapi juga duta budaya yang membawa pesan diplomasi dan kreativitas.
Panitia APEC menyebut G-Dragon sebagai “simbol inovasi dan konektivitas,” mencerminkan nilai-nilai yang diusung APEC. Kehadirannya diharapkan menarik perhatian global dan memperkuat posisi K-pop sebagai alat diplomasi strategis.
Hybe, perusahaan di balik kesuksesan BTS, menjadi satu-satunya perusahaan hiburan yang bergabung sebagai sponsor tingkat tertinggi APEC CEO Summit di Gyeongju. Di paviliunnya, Hybe menampilkan pameran interaktif yang menunjukkan operasi globalnya di Amerika Serikat, Jepang, China, hingga India. Zona light stick interaktif memberi kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan budaya fandom K-pop secara langsung — menciptakan jembatan antara budaya populer dan pertukaran internasional.
Wakil Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea, Kim Young-soo, mengatakan bahwa budaya kini menjadi “penggerak utama pertumbuhan nasional.” Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin menjadikan sektor budaya sebagai mesin kerja sama global, dan APEC menjadi panggung ideal untuk mewujudkan visi itu.
Pandangan tersebut mencerminkan pergeseran besar: K-pop bukan lagi sekadar ekspor budaya, melainkan diplomasi aktif dalam bentuk hiburan.
Para akademisi menilai transformasi K-pop sebagai bukti integrasi mendalam budaya Korea dalam lanskap global.
“Ketika orang memikirkan Korea, hal pertama yang muncul di benak mereka kemungkinan besar adalah K-pop,” ujar Grace Kao, profesor sosiologi di Yale University. “Para idol kini menjadi wajah Korea di dunia, dari BTS yang berbicara di PBB hingga G-Dragon yang menjadi profesor tamu di KAIST.”
Kritikus musik Lim Hee-yun menambahkan, “Pada 2005, istilah K-pop bahkan belum dikenal. Kini, pengaruhnya luar biasa besar, jarang ada sektor budaya lain yang punya dampak global sebanding.”
Kehadiran figur seperti G-Dragon dan RM di APEC, bersama dukungan korporasi besar seperti Hybe, menandai babak baru bagi Korea Selatan.
“Jika tahun 2005 adalah fajar Hallyu, maka 2025 adalah masa ketika Korea berdiri sebagai pusat budaya dunia,” ujar seorang pejabat industri hiburan. “K-pop kini bukan hanya tentang musik, tetapi juga tentang diplomasi, identitas, dan pengaruh global.” (The Korea Herald/Z-10)
Leader BTS, RM, memberikan pidato pada 2025 Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit di Gyeongju Arts Center, Provinsi North Gyeongsang, Korea Selatan, Rabu (29/10)
BoA terakhir kali datang ke Indonesia pada Desember 2018 dalam acara perayaan salah satu stasiun televisi Indonesia.
EP itu akan jadi album pertama BoA sejak Desember 2020, ketika dia merilis album penuh ke-20 Better, penanda perayaan dua dekade berkarier.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved