Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI Aliansi Rakyat Bela Palestina tidak hanya dihadiri oleh para pemangku kepentingan saja. Beberapa publik figur juga diketahui ikut memberikan dukungan dalam acara yang dilaksanakan di Monumen Nasional, Jakarta tersebut.
Salah satu yang hadir dalam kesempatan tersebut ialah sastrawan Helvy Tiana Rosa. Perempuan yang kini berusia 53 tahun tersebut memang menjadi sosok yang memiliki kepedulian terhadap konflik Palestina.
Dia bercerita bahwa sejak 1988, dirinya memang telah banyak membuat karya sastra mengenai Palestina. “Saya sudah buat karya soal Palestina sejak 1988 baik itu cerpen, puisi, novel, naskah drama, dan film juga. Semua genre saya bikin,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Minggu (5/11).
Baca juga: Ribuan Peserta Aksi Damai Bela Palestina Penuhi Kawasan Monas
Lebih lanjut, Helvy menambahkan bahwa terdapat tiga alasan utama mengapa masyarakat Indonesia harus membela Palestina yaitu nilai keimanan, konstitusi Indonesia lewat Undang-Undang Dasar 1945, dan juga kemanusiaan.
“Jadi enggak harus muslim untuk membela palestina. Palestina juga menjadi negara pertama yang mendukung kemerdekaan kita dari 1944. Bahkan mereka juga bangsa pertama yang menyumbangkan harta mereka untuk kita,” ujar Helvy.
Baca juga: Polisi Jamin Keamanan Aksi Bela Palestina Besok
Dia menegaskan, di zaman modern saat ini, jangan sampai masyarakat berpandangan bahwa tidak perlu memikirkan Palestina dan lebih baik memikirkan negara sendiri.
Menurutnya, pemikiran tersebut sangat salah. Pasalnya, dengan ikut peduli terhadap Palestina, masyarakat juga telah menjadi sosok yang juga peduli terhadap bangsa sendiri.
“Padahal kan membantu Palestina membantu orang-orang dalam negeri juga. Jadi orang yang peduli Palestina itu pasti juga orang yang paling peduli kepada negara. Mereka ini orang-orang baik. Kita juga merasakan bagaimana dunia memiliki perbedaan sikap antara konflik Ukraina dan Palestina. Jadi kita dapat menyimpulkan dari hal itu,” tegasnya.
Helvy yang juga berprofesi sebagai dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) juga menambahkan bahwa saat ini, dia juga memberikan tugas kepada para mahasiswanya untuk membuat cerita pendek mengenai Palestina. Nantinya, karya tersebut akan dibuat buku yang akan disalurkan kepada masyarakat Palestina.
Tidak hanya itu, saat ini dia juga tengah bekerja sama dengan Dompet Dhuafa untuk menghadirkan buku puisi yang juga akan disalurkan kepada masyarakat Palestina.
Puisi Haru untuk Palestina
Dalam acara aksi Aliansi Rakyat Bela Palestina, Helvy juga membacakan puisi baru yang dituliskan secara mendadak. Puisi tersebut berjudul Anak-Anak Gaza di mana Mereka Ditempa Hingga Setabah Itu.
Berikut kutipan puisi yang dibawakan oleh Helvy pada acara tersebut.
Lahir di tanah yang paling diberkahi
Dari ayah dan ibu yang suka menolong dan dirahmati
Tapi kini harus melawan para penjajah Zionis, zombie abad ini yang dahaga akan air mata dan tumpah darah mereka
Bermain petak umpat dengan para teroris Zionis
Diburu peluru, mortir, bom, dan fosfor putih
Kehilangan adalah keseharian anak-anak Gaza
Setiap 10 menit, seorang anak di Gaza syahid ketika 25 ribu ton bom atom meluluhlantahkan Gaza di bulan Oktober
Kedinginan, terluka parah di antara reruntuhan tanpa air, listrik dan makanan
Maka di atas timbunan nestapa di antara sisa tubuh ayah ibu yang berdebu dan tak lagi utuh, mereka tuliskan nama di lengan kiri agar ketika mati mereka dikenali
Omar menggali-gali reruntuhan bangunan dengan tangan kecilnya, berharap bisa menemukan keluarganya di sana
Yasmin melawan dengan menggenggam batu-batu sepanjang hari
Oh bayi-bayi Gaza, bergelimpangan, berdarah meregang nyawa
Aisyah sang yatim piatu membawa tas sekolah berisi potongan tubuh adiknya berharap dapat menguburnya dengan layak
Anak-anak Gaza di mana mereka ditempa hingga setabah itu
Seperih apapun hidup, mereka nyalakan sukma dengan Al-Qur’an
Berpuasa tanpa tahu kapan sahur dan berbuka
Bermain peran antar kesyahidan
Ketika anak anak Gaza berkata, dari bibir mereka merekah bunga-bunga
Saat anak-anak Gaza menangis dari kedua mata mereka, berhamburan mutiara
Ayah kami telah syahid dan tersenyum di sana
Ibu kami sudah bahagia selamanya
Anak-anak Gaza tak pernah bisa pergi dari pikiran dan sanubari
Dari air mata kita, anak-anak Gaza kini melesat berlari ke surga
Sementara itu para teroris Zionis bergentayangan meledakkan segala sambil mencari kemanusiaan yang tercecer entah di mana bersama dosa dosa yang terus berkobar hingga mahsyar
Anak-anak Gaza tersenyum di atas reruntuhan mimpi dan sejarah
Tersenyum sampai puing-puing kalbu mu
Seharusnya kalian diam di saat kami tidur, bukan saat kami dibantai
Kita terisak, terguncang, gamang, dilindas, ditindas
Slogan keadilan palsu, hak azasi manusia semu ala Netanyahu, demokrasi basi di tengah pagelaran genosida paling raya
Lawan Israel, lawan Zionis, Palestina, Indonesia. (Des)
Dalam pandangan Gol A Gong sastra berfungsi sebagai ruang jeda dari banjir informasi digital yang dangkal.
SAYEMBARA Novel DKJ 2025 telah mengumumkan pemenangnya semalam, Rabu, (5/11) di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat.
Kemendikdasmen melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menegaskan komitmen negara terhadap pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa serta sastra.
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), menggelar rangkaian kegiatan strategis dalam rangka penguatan literasi dan sastra, serta revitalisasi bahasa daerah di Jawa Tengah.
Aprinus mencontohkan, beberapa karya yang kandungan SARA, yakni pada novel Salah Asuhan yang pada draf awalnya disebut menyinggung ras Barat (Belanda).
Sastra sebagai suatu ekspresi seni berpeluang mempersoalkan berbagai peristiwa di dunia nyata, salah satunya adalah persoalan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Pemerintah Palestina kecam keputusan Israel ubah aturan tanah di Tepi Barat dan mengambil alih Masjid Ibrahimi. Langkah ini dinilai ilegal dan menghambat kemerdekaan.
AMERIKA Serikat menyatakan menolak langkah aneksasi Tepi Barat oleh Israel. AS menekankan pentingnya menjaga stabilitas di wilayah pendudukan Palestina tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace berisiko dimanfaatkan sebagai legitimasi politik bagi agenda yang tidak sejalan dengan nilai yang diperjuangkan terkait kemerdekaan Palestina
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved