Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI banyak membagikan momen bahagia di akun media sosial-nya, selebgram Gieya Alexandra ternyata menyimpan trauma masa lalu yang menghantuinya hingga dewasa. Hal itu diakuinya sempat menghambat Gieya untuk terus mengembangkan karier.
Kejadian traumatis saat masa kecil itu diakui penyuka makanan bakso tersebut membuatnya sering diliputi emosi negatif.
"Aku mengalami trauma saat masa kecil, yang dialami sejak TK hingga usia 20 tahunan" kata Gieya.
Baca juga : Perjalanan Pemulihan Luka Batin dalam Buku Sulung dan Nyonya Ai
Ibu dua anak itu mengaku sudah berusaha mencari cara untuk menyembuhkan gangguan traumanya dengan berbagai cara, namun berakhir dengan sia-sia. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Pakar Kenetralan Mental, Caezarro Rey Abishur yang karib disapa Coach Rheo.
Ia tertarik dengan metode penyembuhan yang dilakukan coach Rheo usai melihat unggahan selebriti yang sembuh usai menjalani terapi DOA TRTO dari sang pakar.
Tak menunggu banyak waktu, ia pun lantas menghubungi Coach Rheo melalui pesan di Instagram.
Coach Rheo pun kemudian memberikan tanggapan positif dan memberikan janji untuk konsultasi.
Baca juga : Coach Rheo: Hilangkan Fobia, Trauma, Overthinking, dan Kecemasan Tak Mudah
Penyanyi yang juga sibuk bermain film ini pun menjalani terapi dengan metode DOA TRTO untuk menghilangkan trauma masa kecil.
"Jadi, aku hubungi by DM Instagram dan mendapatkan respons positif," ungkapnya.
Yang membuatnya heran, ia dapat sembuh dan bebannya berkurang setelah mendapatkan satu sesi terapi dari coach Rheo. “Sempat kaget, gw didukunin atau apa ya, “ ungkapnya sambil tertawa.
Baca juga : Baby Blues Disebut Terjadi karena Ibu Kurang Dapat Dukungan
Ia kini lebih terbuka mengungkapkan masalah traumanya, bahkan tidak lagi menyimpan amarah besar.
“Saya tidak memaafkan, tapi tidak sedendam dulu,” ujarnya.
Ia kini merasa Bahagia karena terlepas dari beban emosi berat selama 20 tahun.
Baca juga : Selebgram Asal Malang Jadi Tersangka Penganiayaan Pacar
“Saya kini lebih rileks dan santai, meski lebih overprotektif kepada anak,” ucapnya. (RO/Z-5)
Paparan berita negatif berlebihan dapat berdampak pada kesehatan mental. Psikolog menjelaskan risiko vicarious trauma dan cara mencegahnya.
Psikiater Lahargo mengulas Broken Strings Aurelie Moeremans tentang child grooming, pola manipulasi, ciri pelaku dan dampak trauma dan tips orang tua era digital.
Bantuan makanan dan minuman, menurutnya, memang menyelamatkan mereka dari kelaparan. Namun, bantuan itu belum mampu menjawab kegelisahan yang lebih dalam tentang masa depan korban.
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Novi Poespita Candra menekankan pentingnya sekolah menyediakan ruang aman bagi siswa yang mengalami kecemasan atau trauma.
Reisa Broto Asmoro & Ustaz Akri Patrio ingatkan batasan sharing di medsos saat Ramadan agar tidak merusak mental dan pahala. Simak tips bijak bermedsos di sini.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Pelajari ciri-ciri stres fisik, psikologis, dan perilaku serta cara efektif menanggulanginya melalui koping proaktif, mindfulness, olahraga, dan intervensi sosial.
Menggabungkan pendekatan neurosains (neuroplastisitas) dengan strategi praktis menghadapi "AI Fatigue" yang menjadi tren kesehatan di tahun 2026.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved