Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Film dokumenter Pulang Rimba kembali melakukan roadshow dan diskusi singkat dengan menggaet mahasiswa ITB, YPM Salman, serta komunitas yang bergerak di bidang isu perdamaian dan toleransi di kota Bandung pada Rabu (7/6). Dalam acara ini, Kreasi Prasasti Perdamaian (KKP) berkolaborasi dengan YPM Salman ITB dan Salman Film Academy untuk mengupas film dan kesadaran tentang Suku Anak Dalam.
Baca juga : Tiga Pemuda Suku Anak Dalam Menempuh Pendidikan Tinggi
Produser dan sutradara Salman Film Academy Iqbal Alfajri mengapresiasi film dokumenter ini. “Film ini luar biasa dan perlu diapresiasi menurut saya sebagai film maker yang mampu mengangkat isu yang seksi terkait pendidikan di Suku Anak Dalam,” ungkap Iqbal dalam diskusi film pulang rimba di Bandung.
Film Pulang Rimba merupakan film dokumenter yang mengangkat kisah nyata dari seorang warga Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba asal Jambi bernama Pauzan. Film ini menceritakan perjuangan Pauzan dalam menempuh pendidikan hingga pendidikan tinggi di Polbangtan Bogor.
“Saya merupakan orang rimba yang diberikan kesempatan untuk menamatkan perguruan tinggi. Film Pulang Rimba ini menjadi jembatan saya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya pendidikan bagi SAD” ujar Pauzan.
Iqbal menambahkan bahwa dibeberapa wilayah terutama Sumatera yang lekat dengan wilayah sawit masih merasakan adanya ketimpangan terhadap kualitas pendidikan yang baik.
“Saya rasa memang pemerataan pendidikan masih perlu perhatian khusus, terutama memberikan fasilitas kepada SAD supaya semakin tanggap terhadap perubahan,” jelas Iqbal.
Menurut Iqbal, film ini gebrakan dan semangat Pauzan menempuh pendidikan menciptakan perubahan baik bagi SAD dan perlu diteruskan dan disebarluaskan untuk menciptakan kesadaran publik akan SAD.
Selanjutnya, Alifa Shavira selaku tim produksi dan riset KPP menjelaskan roadshow film Pulang Rimba ini menjadi rangkaian panjang yang dilakukan untuk kampanye pendidikan. Sebelumnya film ini sudah menyambangi beberapa kota di Indonesia, seperti Yogjakarta, Semarang, Jambi, Bogor, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Film ini merupakan film dokumenter ketujuh yang diciptakan oleh Kreasi Prasasti Perdamaian (KPP).
Film ini ditujukan untuk memberikan gambaran kepada generasi muda tentang pentingnya pendidikan. Berdasarkan kisah Pauzan, tentu memotivasi generasi muda bahwa jarak dan waktu bukan lagi menjadi penghalang generasi muda untuk menempuh pendidikan. (B-4)
Rapper 50 Cent menyetujui penyelesaian gugatan sipil terkait dugaan penyerangan hanya beberapa hari sebelum Netflix merilis dokumenter mengenai Sean “Diddy” Combs.
Taylor Swift membagikan cerita hubungannya dengan Travis Kelce dalam teaser docuseries The End of an Era. Ia menyebut tunangannya itu sebagai “kejutan terbesar” dalam hidupnya.
Victoria Beckham buka-bukaan di serial Netflix terbarunya tentang rahasia di balik ekspresi dingin, perjuangan karier, dan tekanan sebagai desainer sukses.
Raja Charles merilis dokumenter “Finding Harmony” di Prime Video, menyoroti filosofi hidup selaras dengan alam demi masa depan berkelanjutan.
Bersamaan dengan penayangan dokumenternya, Simple Plan juga menghadirkan sebuah soundtrack resmi film ini dan telah dirilis pada 11 Juli lalu.
Melalui interaksi langsung dengan pasien ALS dan keluarga mereka, Vino G Bastian mendapatkan pemahaman mendalam tentang tantangan fisik dan emosional yang dihadapi pejuang ALS.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Sutradara Timur Bekmambetov menjelaskan bahwa MERCY dirancang untuk memadukan ketegangan cerita dengan pendekatan visual berbasis layar digital atau Screenlife.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved