Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Ryan Gosling mengaku sebelum bertemu dengan pasangannya, Eva Mendes, tidak pernah terpikir untuk menjadi seorang ayah. Namun, pemikirannya berubah ketika keduanya dipertemukan dalam film The Place Beyond the Pines.
Dalam film tersebut, Ryan dan Eva menjadi pasangan suami istri dan memiliki seorang anak. Menurut Ryan, saat itu dia merasa telah menemukan tambatan hatinya.
"Saya tidak pernah berpikir untuk memiliki anak sebelum bertemu dengan Eva. Setelah saya bertemu dengannya, saya menyadari bahwa saya tidak mau punya anak tanpa dia. Di film The Place Beyond the Pines, kami berpura-pura menjadi keluarga dan saya tidak ingin berpura-pura lagi. Saya menyadari bahwa ini akan menjadi kehidupan yang sangat beruntung untuk saya miliki," ungkapnya dilansir dari AFP.
Baca juga: Matty Healy Mengonfirmasi Hubungannya dengan Taylor Swift
Pria yang berperan sebagai Ken di film Barbie tersebut menambahkan, komitmennya untuk memiliki anak bersama Eva bukan main-main. Bahkan, dia sampai cuti dari dunia akting selama 4 tahun saat Eva mengandung anak keduanya.
"Saya ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kedua anak saya," tegas pria yang kini berusia 42 tahun tersebut.
Baca juga: Marthino Lio Mengaku Senang Main Film Komedi
Kedua putrinya, Esmeralda dan Amanda diketahui hanya terpaut satu tahun saja. Esmeralda kini berusia 8 tahun dan Amanda berusia 7 tahun.
Dari cuti itu, Ryan mengaku bisa menentukan batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaannya. Ia juga sempat beberapa kali membawa keluarganya ke tempat bekerjanya.
Termasuk saat dia terlibat dalam film The Grey Man yang mengambil lokasi syuting di berbagai negara. Dia mengambil kesempatan ini untuk pergi liburan bersama keluarganya dan merasakan berbagai momen unik.
"Kami pergi ke Prancis dan pergi ke berbagai tempat. Kami pergi ke Louvre dan banyak tempat lainnya. Lalu saya tanyakan pada kedua anak saya, apa bagian favorit kalian dari Prancis? Mereka hanya menjawab sepiring buah di hotel," ujar Ryan sambil tertawa.
Eva dan Ryan memilih homeschooling untuk kedua putrinya, dengan bantuan ibu Ryan. Dia menekankan bahwa kebersamaan merupakan hal yang penting untuk keluarga mereka.
"Saya memiliki keyakinan kuat bahwa kita harus berusaha untuk selalu menjaga kebersamaan keluarga, apa pun yang anda lakukan. Apalagi saat anak-anak masih kecil,” tegas Eva.
Eva mengaku bentung masih mendapatkan bantuan untuk tetap mendidik kedua putrinya. Terlebih jika harus bepergian dalam urusan pekerjaan. "Kami cukup beruntung memiliki seseorang yang dapat bepergian dengan kami untuk melanjutkan pendidikan mereka pada saat ini," tandas Eva. (Z-3)
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Film Ghost in the Cell garapan sutradara Joko Anwar menjadi debut Magistus Miftah setelah ia berhasil menembus audisi yang diikuti ratusan pendaftar.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Katyana Mawira secara terbuka mengungkapkan impiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya (UK) demi mengejar gelar di bidang ilmu pasti.
Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea Selatan. Dua rising star generasi muda, Shin Eun Soo dan Yu Seon Ho, dikabarkan tengah menjalin hubungan asmara.
Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.
para ayah dari siswa SDN Pondok Bambu 11 dan SMAN 61 Jakarta tampak menunggu giliran berkonsultasi dengan wali kelas
Pelajari dampak mendalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor bagi anak, psikologi, dan keluarga. Dapatkan tips praktis untuk ayah dan sekolah.
Dampak ketidakhadiran ayah juga dapat terlihat dalam dunia pendidikan dan pergaulan.
Keluarga merupakan unit sosial terkecil yang perannya strategis dalam membangun karakter dan kualitas generasi masa depan.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved