Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Megan Fox mengatakan dia memiliki dysmorphia tubuh dan karena itu dia tidak pernah puas dengan tubuhnya. Ia cenderung terobsesi untuk berpenampilan tertentu sejak dirinya muda.
Megan Fox dengan cepat menjadi bintang internasional di akhir 2000 berkat perannya dalam film bioskop waralaba "Transformers" dan "Jennifer's Body", sebelum kemudian membintangi "Teenage Mutant Ninja Turtles" dan "This Is 40". Dia juga menjadi berita utama baru-baru ini karena hubungannya dengan penyanyi Machine Gun Kelly.
Meski dia diidolakan oleh jutaan orang di seluruh dunia karena bentuk tubuhnya yang aduhai, sang bintang justru merasa sebaliknya. Ia tidak pernah menyukai tubuhnya karena sesuatu gangguan body dysmorphia.
Baca juga : Tidak Bahagia di Dunia Akting, Emma Watson Pilih Rehat 2 Tahun
"Saya menderita dysmorphia tubuh. Saya tidak pernah melihat diri saya sendiri seperti orang lain melihat saya. Tidak pernah ada titik dalam hidup saya di mana saya mencintai tubuh saya. Tidak pernah," katanya seperti dilansir dari Insider, Rabu (17/5).
Ia menjalani masa kecil dengan rasa tertekan karena hal itu dan kenyataan pahit itu ia sadari ketika usianya beranjak dewasa.
Baca juga : Phyla-Vell, Gadis Kecil Pirang di Post-Credit Scene Guardians of The Galaxy Volume 3
"Ketika saya masih kecil, itu seperti obsesi yang saya miliki, bahwa saya harus terlihat seperti ini. Dan mengapa saya memiliki kesadaran akan tubuh saya semuda itu, saya tidak yakin. Dan itu pasti bukan lingkungan karena saya tumbuh dewasa. di lingkungan yang sangat religius di mana tubuh bahkan tidak diakui," ungkapnya
karena dysmorphia, Fox mengatakan, perjalanan mencintai diri sendiri secara fisik dan jiwa tidak akan pernah berakhir. Fox pun berharap orang-orang akan memperhatikan "aura pelangi" ketika mereka melihatnya.
"Sulit bagi saya untuk mengatakan apa hal pertama yang diperhatikan orang tentang saya. Maksud saya, saya kira saya bisa mengatakan saya berharap semua orang memperhatikan aura saya, karena saya memiliki aura pelangi, dan itu spesial," kata sang aktris.
Belakangan dalam wawancara, Fox menyinggung fakta bahwa banyak orang telah membicarakan ibu jarinya selama bertahun-tahun.
"Ini juga dikenal dalam seni ramal tapak tangan sebagai ibu jari pembunuh karena mereka mengatakan semakin pendek area ini dari buku jari ke ujung jari, terutama ibu jari, berkaitan dengan seberapa pendek emosi Anda," kata bintang itu bercanda.
Dilansir dari Alodokter, gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder adalah gangguan mental yang ditandai dengan gejala berupa rasa cemas berlebihan terhadap kelemahan atau kekurangan dari penampilan fisik diri sendiri.
Body dysmorphic disorder lebih banyak terjadi pada orang usia 15–30 tahun. Penderita kondisi ini sering merasa malu dan resah karena menganggap dirinya buruk sehingga menghindari berbagai situasi sosial. Selain itu, penderita juga sering menjalani operasi plastik guna memperbaiki penampilannya. (Z-4)
Aktris Dian Sastrowardoyo mengalami insiden menegangkan saat menjalani proses syuting film Esok Tanpa Ibu di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Amanda Manopo mengungkapkan bahwa keterlibatannya sebagai Tina bukan didasari oleh standar fisik konvensional.
Aktris Aulia Sarah kembali menyapa pencinta sinema horor melalui proyek terbarunya bertajuk Sengkolo Petaka Satu Suro.
Fakta menarik Jennifer Coppen, aktris muda Indonesia berdarah campuran. Profil lengkap, perjalanan karier, dan pesona ikon Gen Z di dunia hiburan.
Profil Jennifer Coppen menjadi sorotan publik setelah aktris muda Indonesia ini resmi dilamar oleh pesepak bola Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved