Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Acara Venza Fest yang digelar di Hotel Grand Central Pekanbaru berhasil memukau penonton dengan penampilan grup musik elektronik asal Belanda, Yellow Claw dan disjoki asal Indonesia, Moski Love.
Dalam acara yang diselenggarakan pada Senin (1/5), Yellow Claw menghibur penonton dengan lagu-lagu hits mereka seperti Till It Hurts, Do You Like Bass, dan DJ Turn It Up. Terlihat antusiasme para penonton untuk turut menyanyikan lagu-lagu hits ini.
Penampilan meriah Yellow Claw disambung dengan penampilan disjoki Indonesia yang juga berdarah campuran Belanda disjoki Moski Love
mampu membawa penonton terus bergoyang dengan performance-nya yang energik.
Suguhan apik yang dibawakan disjoki Moski Love berbuah manis dengan banjir pujian via dari para penonton via Instagram.
Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 2.000 orang tersebut, merupakan salah satu acara musik terbesar yang pernah digelar di Pekanbaru. “Ini pertama kalinya aku tampil di festival sebesar ini di Pekanbaru, tidak nyangka bisa perform bareng Yellow Claw dan bikin penonton tetep semangat,” ujar Moski Love.
Adapun ini bukan pertama kalinya disjoki Moski Love tampil di Pekanbaru, “Tampil di Pekanbaru sudah beberapa kali, tapi biasanya di club. Kalau di festival baru pertama kali. Yang pasti performance nya juga beda kalau di club sama di festival. Harus lebih pumping
dan stage performance banyak interaksi ke crowd juga”, ungkap wanita cantik bernama asli Nessa Andretti tersebut.
Disjoki Moski Love mengaku puas dan bangga bisa tampil bareng disjoki International, Yellow Claw. Ini menambah daftar disjoki International yang pernah berbagi stage dengannya beberapa di antaranya: Alan Walker, Steve Angello, Fedde Le Grand, DJ Soda, Valentino Khan, Cesqeaux dan banyak lainnya.
Seperti diketahui, disjoki Moski Love merupakan perempuan yang cukup berprestasi. Ia sempat menduduki peringkat ke tiga pada Top 100 DJaneMag Indonesia tahun 2019. Lalu wanita lulusan Desain Multimedia Nusantara Universitas Multimedia Nusantara itu juga menduduki peringkat ke 13 pada Top 100 DJaneMag Asia pada tahun 2019. “Aku bersyukur selama meniti karier di industri musik EDM ada prestasi yang aku raih di dunia ini. Aku juga senang karena beberapa kali sempat perform juga di negara-negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Taiwan, Tiongkok, Kamboja, Filipina, dan Belanda,” tutur wanita pecinta sneakers tersebut. (B-4)
Melalui Static Mind, Blind Phase mencoba memotret kondisi mental yang penuh kebisingan, sebuah situasi di mana pikiran terus berputar di antara fluktuasi emosi tanpa jeda.
Nama Theresa Kusumadjaja bersanding dengan jajaran sineas dan musisi global dalam kategori yang sangat kompetitif, yakni Best Music Video.
Scoring dari film Phantom Thread, yang dikomposisi oleh Jonny Greenwood dan disutradarai oleh Paul Thomas Anderson, muncul dalam film dokumenter Melania tanpa izin.
Berbeda dengan versi aslinya yang kental dengan nuansa pop-rock era 90-an, Chandra Satria membawa nyawa baru ke dalam lagu Dan.
Bagi Sayap Lepas, musik bukan sekadar hiburan, melainkan medium untuk menyampaikan rasa dan cerita secara tulus.
Westlife tampil di Indonesia dalam konser bertajuk A Gala Evening, yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), BSD City, Selasa (10/2) malam.
Lagu Twitter masuk dalam mini album The Black Delorean Project yang akan rilis pada 10 Desember, di bawah payung Barong Family.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved