Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTRIS Prilly Latuconsina menceritakan kisah cinta pertamanya saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Sama seperti masyarakat pada umumnya, aktris kelahiran 15 Oktober 1996 itu juga pernah memiliki kisah asmara remaja saat masih sekolah.
Uniknya, Prilly mengaku dialah yang pertama kali melakukan pendekatan kE sang mantan kekasih.
Baca juga: Vina Panduwinata Sebut Film Gita Cinta Dari SMA Penghormatan Bagi Aktor Senior
"Aku mendekati dia dulu dengan cara aku menawarkan dia biskuit," kata Prilly saat gala premiere film Gita Cinta Dari SMA di Jakarta, Senin (6/2).
Berawal dari biskuit, cinta itu tumbuh dan seiring berjalannya waktu Prilly akhirnya berhasil menjadi pacar laki-laki yang tidak ia sebutkan namanya itu.
Menurut Prilly, itu merupakan cinta pertama yang pernah ia alami dalam hidupnya. Sosok remaja laki-laki yang kalem, jarang berbicara, dan suka menyendiri.
Aktris lulusan SMA Negeri 7 Tangerang Selatan ini mengatakan cinta pertamanya itu mirip dengan sosok Galih pada film legendaris Gita Cinta Dari SMA.
"Sifat dia itu sih yang paling berkesan, hampir dua tahun aku sama dia sampai lulus sekolah," imbuhnya.
Namun, setelah lulus SMA, hubungan keduanya harus kandas karena kesibukan maing-masing. sang mantan melanjutkan kuliah, sedangkan Prilly fokus dengan karirnya di dunia hiburan.
Berbicara soal film Gita Cinta Dari SMA, Prilly memerankan perannya sebagai Ratna dengan Yesaya Abraham sebagai Galih.
Cerita film ini ternyata juga memiliki kemiripan dengan kisah romansa Prilly pada masa itu.
Prilly mengaku selama SMA ia hanya setia dengan satu laki-laki, selain juga merupakan cinta pertamanya, sama seperti Ratna.
Gita Cinta Dari SMA 2023 merupakan remake dari film lawas legendaris yang diperankan Rano Karno dan Yessy Gusman pada 1979, yang kini dikenal sebagai Galih dan Ratna.
Disutradarai Monty Tiwa, film yang mengisahkan cerita cinta anak remaja itu akan menghiasi layar lebar Indonesia mulai 9 Februari mendatang. (Ant/OL-1)
Danur merupakan langkah awal Prilly Latuconsina bertransformasi dari aktris di industri sinetron ke film, berawal dari Danur pula, kini Prilly telah banyak mendapat kepercayaan di dunia film.
Sejumlah seleb, figur publik Tanah Air yang memilih merayakan datangnya 2026
Bagi Prilly Latuconsina, memerankan karakter Alya bukan sekadar menghafal dialog, melainkan upaya memahami naluri keibuan yang belum pernah ia rasakan di dunia nyata.
Kutubaru, kebaya modern, hingga kebaya khas Manado pernah dipilih Prilly untuk digunakan
“Kalau tanggalnya, Maret ini. Tunggu tanggal mainnya,”
Perbedaan cuaca dan paparan lampu studio yang panas itu sering membuat kulitnya mudah lelah dan kusam.
Selain kemitraan dengan Refinery Media dari Singapura, posisi sutradara film Esok Tanpa Ibudipercayakan kepada sineas asal Malaysia, Ho Wi-ding.
Meski berhasil memecahkan rekor untuk produksi Hollywood, Zootopia 2 harus mengakui keunggulan film animasi asal Tiongkok, Ne Zha 2.
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved