Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Lukman Sardi bercerita soal hal menarik dari karakter yang ia perankan di film suspense thriller Autobiography meski tidak mendapatkan banyak adegan.
Dalam film panjang pertama garapan sutradara Makbul Mubarak itu, Lukman Sardi berperan sebagai polisi bernama Soewito.
Saat menyetujui memerankan tokoh tersebut, sang aktor mengaku melihat Autobiography memiliki cerita yang kuat sehingga baginya, jumlah adegan bukanlah masalah.
Baca juga: Kevin Ardilova Sebut Autobiography Bercerita tentang Kemerdekaan
"Pada saat aku baca sebuah film, bukan berapa banyak karakternya muncul, tapi bagaimana cerita film ini sangat kuat dan buat aku ada yang bisa aku eksplor," kata Lukman, dikutip Rabu (25/1).
Menurut Lukman, Soewito merupakan seorang petugas yang tetap pada pendirian untuk menjalankan tugas seperti biasanya meski menyadari ada hal-hal yang tampak tidak beres.
"Buat aku, ini jadi eksplorasi yang menarik karena ada sebuah karakter yang sebenarnya dia punya kapabilitas untuk melakukan banyak hal dari sisi hukum, tapi dia memilih diam di tengah-tengah. Itu yang justru menarik buat aku pribadi dan kalau kita lihat di sekitar kehidupan, pasti ada orang-orang yang seperti itu," jelas Lukman.
"Makanya, bukan masalah banyak atau tidak (adegan). Tapi ketika satu karakter ditaruh di satu tempat, di satu cerita, berarti dia penting dan punya makna," imbuhnya.
Film Autobiography bercerita tentang pemuda bernama Rakib, yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga tunggal di sebuah rumah kosong milik pensiunan jenderal bernama Purna.
Setelah Purna kembali ke rumah untuk kampanye pemilihan bupati, Rakib menjadi sangat terikat dengan lelaki tua itu.
Suatu hari, poster pemilihan Purna ditemukan rusak. Rakib pun melacak pelakunya. Aksinya itu kemudian memicu rantai kekerasan.
Selain Lukman Sardi, film yang sebelumnya berhasil meraih penghargaan dari berbagai festival nasional dan internasional itu juga dibintangi Kevin Ardilova, Arswendy Bening Swara, Yusuf Mahardika, Rukman Rosadi, Yudi Ahmad Tajudin, Haru Sandra, dan mendiang Gunawan Maryanto.
Film tersebut sudah tayang di bioskop mulai 19 Januari lalu. (Ant/OL-1)
Kisah inspiratif 7 selebritis dunia yang memulai karier dari jalanan (pengamen). Dari Rod Stewart hingga Ed Sheeran, simak perjuangan mereka menembus industri hiburan global.
Keputusan Vidi Aldiano untuk berhenti sejenak diambil agar ia bisa memusatkan perhatian pada pemulihan kesehatannya.
SEJUMLAH selebritas seperti Vidi Aldiano, Denny Sumargo (Densu), hingga Luna Maya bersaing dalam Tiktok Awards 2025.
Kylie Jenner melakukan pemotretan untuk kampanye koleksi jenama riasan miliknya King Kylie Collection dengan memakai mahkota karya perancang aksesoris Tanah Air, Rinaldy Yunardi.
Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Raisa mengunggah sejumlah foto kegiatannya di Paris, salah satunya saat menjadi tamu undangan di salah satu acara brand kosmetik kenamaan Dior.
Ardina Rasti memilih tampil apa adanya terutama dalam perawatan wajahnya yang tampak awet muda tidak melakukan prosedur treatment ekstrem.
Lukman Sardi, Tora Sudiro, dan Aming dipastikan kembali hadir dalam satu judul film layar lebar, Ghost in The Cell (Hantu di Penjara) karya penulis dan sutradara Joko Anwar.
Selama proses syuting ada permintaan khusus agar rambut, kumis, dan jenggot Lukman dicukur. Ia pun mengaku melakukan transformasi tersebut tanpa tekanan.
Komedi dan horor, dua-duanya adalah genre yang perlu craftmanship dan timing yang presisi. Menggabungkan keduanya adalah challenge terbesar kami dan para kru dan pemain berhasil mencapainya
Bima Azriel menekankan pentingnya beradaptasi dengan lawan main untuk menciptakan chemistry yang kuat selama proses produksi film Mungkin Kita Perlu Waktu.
Romo Thomas mengalami krisis iman setelah kehilangan ibu dan adiknya dalam kecelakaan tragis. Dalam kondisi terpuruk, ia memutuskan untuk mengundurkan diri
Ada proses syuting yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi salah satunya di wilayah yang bisa disebut red light district di Korea
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved