Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUN Baru Imlek 2574 akan dirayakan pada Minggu (22/1). Peringatan tahun Kelinci Air ini merupakan salah satu hari besar bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia.
Beberapa selebritas Tanah Air keturunan Tionghoa juga turut bersukacita menyambut perayaan ini bersama keluarga. Salah satunya adalah model, aktris, presenter, dan produser film Olga Lydia. Perempuan kelahiran 4 Desember 1976 itu kerap menghabiskan momentum Hari Raya Imlek bersama keluarga besarnya.
"Seperti biasa, malam Imlek saya habiskan bersama keluarga suami dan hari Imlek bersama keluarga saya. Keluarga suami sangat menarik karena mereka memiliki Ama (nenek) yang usianya sudah 106 tahun. Beliau ini seperti tonggak dalam keluarga besar yang menyatukan semua. Sehingga malam Imlek di rumah keluarga suami saya ramai sekali. Itu yang baris antre angpau bisa berpuluh-puluh anak kecil dan dewasa," kata Olga, dikutip Rabu (18/1).
Baca juga: Mengapa Imlek Selalu Hujan? Ini Penjelasannya
Perayaan Imlek juga menjadi momentum tepat untuk memaknai keberagaman di Indonesia. Olga menjelaskan bahwa pemahaman akan keberagaman di masyarakat mulai tumbuh ketika dirinya menginjak usia sekolah dasar.
Sebagai sosok yang terlahir dari keluarga Tionghoa, lulusan Teknik Sipil Universitas Katolik Parahyangan Bandung ini mengaku sempat merasakan stigma dari teman-teman semasa kecilnya.
"Saat SD, saya sudah mengalami ucapan-ucapan bernada rasisme. Di situ saya merasa bingung dan cenderung denial, kok saya dianggap etnik yang kadang diceletukin tidak enak? Tapi beberapa tahun kemudian saya sampai pada satu kesadaran, saya menjadi etnik Tionghoa karena kehendak Tuhan. Anggap saja ini pekerjaan rumah dan tantangan yang diberikan Tuhan. Kalau kita memang percaya Tuhan, ya kita harus terima diri kita dan orang lain," paparnya.
Meski demikian, pemeran Mila di film Ave Maryam itu tumbuh sebagai seorang anak yang tidak pernah menilai perbedaan orang lain. Olga mencermati selama ini banyak hal baik dalam kehidupan antarumat beragama dan antaretnis di Indonesia. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dilihat sebagai sesuatu yang jatuh dari langit semata.
"Tidak ada dalam benak saya untuk merasa berbeda. Pada saat seseorang merasa berbeda, maka belum tentu hal tersebut berdampak positif. Indonesia ini plural, kebaikan harus diusahakan dan dipelihara. Kalau kita cinta Indonesia, kita harus menjaga dengan apapun yang kita bisa," jelasnya.
Mencermati kondisi saat ini, istri Raphael Aris Utama itu juga berharap semakin banyak orang yang mau menciptakan ruang-ruang interaksi yang bersifat nyata. Ia juga mengajak generasi muda saat ini selalu tergerak untuk membuka wawasan dan cara pandang untuk saling mengenal.
"Kita sekarang hidup dalam gelembung-gelembung masing-masing, menghabiskan banyak waktu di sosial media. Ini menyebabkan kehidupan sosial, pertemanan, atau pertemuan kita banyak diatur oleh algoritma komputer. Kita digiring untuk bertemu orang-orang sejenis. Saya ingin mengajak sebanyak mungkin anak muda untuk berteman dengan orang yang berbeda. Hal itu akan membuat kita menjadi lebih kaya. Sebab kaya bukan hanya soal uang, tetapi pengalaman itulah yang paling penting," tutupnya. (Ant/OL-1)
Cap Go Meh 2026 jatuh pada 3 Maret. Simak sejarah lengkap, asal-usul dari Dinasti Han, hingga keunikan tradisi akulturasinya di Indonesia di sini.
ALI bin Abi Thalib pernah berkata bahwa manusia, seberagam apa pun, hanya terbagi dalam dua: saudara seiman dan/atau saudara dalam kemanusiaan.
Grand Mercure Solo Baru merayakan Tahun Kuda Api 2026 lewat Yee Sang Ceremony, barongsai, wushu, dan sajian kuliner Chinese autentik dalam suasana penuh semangat.
Jumlah tersebut meningkat 52% dari lalu lintas normal. Volume tersebut didominasi oleh kendaraan menuju Cirebon.
PT KAI Divre I Sumut memeriahkan Imlek 2026 dengan atraksi barongsai di Stasiun Lubuk Pakam. Tercatat 44.350 penumpang gunakan kereta api selama libur panjang.
PITI memberikan apresiasi tinggi kepada Menteri Agama (Memang), Nasaruddin Umar, tentang Imlek.
Ada tiga sekolahan yang murid-muridnya positif covid, yakni di Distrik Xihu sebanyak 10 siswa, Distrik Gongshu 5 siswa, dan Distrik Shangcheng 12 siswa.
Kirab barongsai dan liong tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa dan umat di klenteng, tetapi juga masyarakat Hindu Bali dari Banjar Umasari, Denpasar.
Keragaman budaya Indonesia perlu lestarikan, agar generasi penerus dapat mengerti keberagaman indonesia, khusunya generasi muda di Taman Sari.
Diawali dengan Pesta saat Imlek pada tanggal 22 Januari QL Cosmetic membagikan sample produk di tiga kota.
KOMUNITAS Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Tengah, bersuka cita dalam acara malam ramah tamah Imlek sebagai penutup dari rangkaian perayaan Imlek 2023 atau 2574 Kongzili.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bangkit dan bekerja keras mengejar segala ketertinggalan yang terjadi akibat pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved