Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
RIZAL Mantovani kembali menghadirkan film baru berjudul Adagium, yang dijadwalkan tayang pada 26 Januari 2023.
Adagium memiliki arti peribahasa. Film ini merupakan sebuah perumpamaan di mana sebuah bangsa yang sangat beradab menghadapi ancaman, baik dari dalam dan dari luar.
Produser Adagium dari Brainstorminc Entertainment Indonesia Irving Artemas mengatakan di dalam film itu beberapa karakternya berbicara menggunakan Adagium dari berbagai bahasa.
Baca juga: Film Adagium Bakal Tayang 26 Januari 2023
"Perang tidak selalu memerlukan senjata tapi perang terjadi setiap saat. Saat dua orang manusia berbeda pendapat itu pun sudah termasuk perang," kata Irving Artemas melalui siaran resmi, dikutip Minggu (18/12).
Film ini menceritakan tentang kisah persahabatan tiga orang yakni Arga, Bian, dan Alenda sejak kecil hingga dewasa.
Arga dan Bian sudah bersahabat dari kecil. Saat mereka remaja, seorang perempuan bergabung dengan mereka, yaitu Alenda. Dia adalah seorang jenius IT dan hacker yang hanya bermodal laptop lama hasil modifikasinya sendiri.
Setelah lulus SMA, Alenda melanjutkan kuliah progamming, sedangkan Arga mengambil jurusan hukum di universitas yang sama. Sementara Bian, yang bercita-cita menjadi pelukis terkenal, bekerja sebagai pengemudi ojek daring untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seminggu sekali mereka tetap bertemu dengan Alenda.
Dua sahabat, Arga dan Bian, diam-diam mencintai Alenda. Suatu saat Arga terjebak utang pinjaman online yang membahayakan keselamatan dirinya.
Menggunakan kepandaiannya, Alenda diam-diam membantu untuk menyelamatkan. Namun hal ini justru membuat Arga marah karena dia merasa dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.
Alenda kemudian mencium Bian, kemarahan Arga yang terbakar api cemburu memuncak dan memilih menghilang setelah sebelumnya sengaja memancing pertengkaran dengan Bian.
Adagium dibintangi Jihan Elmira, Pangeran Lantang, Angga Asyafriena, Rizky Hanggono, Dennis Adhiswara, Teuku Rifnu Wikana, Mike Lucock, Max Matino, Dinda Ghania, Hans De Kraker, Ricky Saldan, Gilbert Pattiruhu, dan Frans Mohede.
Film ini mengambil lokasi syuting di beberapa wilayah di Jabodetabek. (Ant/OL-1)
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Sutradara Fajar Martha Santosa ingin memastikan penonton Film Sebelum Dijemput Nenek dapat sepenuhnya tenggelam dalam narasi film tanpa terdistraksi oleh elemen musik vokal.
Film Penerbangan Terakhir menyoroti bagaimana laki-laki sering kali merasa aman di ranah publik saat terlibat hubungan terlarang
Film Suka Duka Tawa mengikuti perjalanan hidup seorang komika muda bernama Tawa yang diperankan oleh Rachel Amanda.
Sutradara legendaris Rob Reiner meninggal dunia bersama sang istri, Michele Singer, setelah keduanya ditemukan tewas di kediaman mereka di Los Angeles, Amerika Serikat.
Jaksa AS menjatuhkan dakwaan pembunuhan tingkat pertama terhadap Nick Reiner, 32, atas kematian tragis kedua orangtuanya, sutradara legendaris Rob Reiner dan istrinya.
Rizal Mantovani juga membangun nuansa horor melalui memori kolektif tentang sebuah imajinasi apa yang terjadi ketika sebuah televisi sudah tak menyala lagi di malam hari.
RACUN Sangga: Santet Pemisah Rumah Tangga jadi film horor terbaru Rizal Mantovani, yang total tahun ini setidaknya sudah menyutradarai enam judul horor.
Setelah sukses dengan film Suzzanna, Sunil Soraya, produser Soraya Intercine Films, kembali menawarkan inovasi dalam genre horor. Mengangkat tema santet paling mematikan dari Kalimantan.
“Kalau soal mistis, ketika semua tim produksi di lokasi enggak lihat apa-apa, anak-anak Jurnal Risa melihat segalanya. Tapi ya kami harus cuekin, di lokasi kami enggak pedulikan."
Di film tersebut, Prinsa diceritakan mengikuti uji nyali dan melakukan hal iseng dengan memanggil nama makhluk gaib yang tidak boleh disebut namanya
Film ini disutradarai Rizal Mantovani, yang juga menggarap semesta Kuntilanak dari MVP Pictures.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved