Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada Lee Seung Gi dan drama barunya “The Law Cafe”.
Dalam episode pertama rom-com KBS 2TV “The Law Cafe,” karakter Lee Seung Gi memperingatkan tentang bahaya asupan natrium yang berlebihan. Seung Gi memarahi sang penyewa dengan mengatakan, “Organisasi Kesehatan Dunia—WHO—merekomendasikan asupan harian tidak lebih dari 2.000 miligram natrium. Itu 5 gram garam meja, yaitu sekitar satu sendok teh garam”.
Baca juga: WHO Ingatkan Risiko Flu Berbahaya, Kemenkes: Jaga Daya Tahan Tubuh
Setelah pemutaran perdana, Tedros langsung mengucapkan terima kasih dan mencuitkan dalam utas di Twitter ditujukan kepada Lee Seung Gi atas penyuluhan yang mengaitkan dengan WHO.
Tedros pun mengunggah adegan tersebut sembari menuliskan keterangan, “Terima kasih (dalam bahasa Korea) untuk mengampanyekan rekomendasi WHO tentang asupan garam, Lee Seung Gi dan KBS, di drama Korea barumu ‘The Law Cafe’! Memang, #LessSalt lebih baik untuk kesehatan kita — tidak lebih dari satu sendok teh per hari'.(soompi.com/OL-5)
WHO juga mendistribusikan pasokan medis esensial dari persediaannya di Gaza ke enam rumah sakit.
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia PBB kembali menyerukan gencatan senjata seusai rumah sakit di Jalur Gaza diserang pasukan Israel.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan virus mpox (cacar monyet) dapat dihentikan dan dikendalikan melalui tindakan bersama.
Netanyahu mengatakan militer Israel akan mendatangi Rafah untuk menghancurkan pasukan Hamas di sana Dengan atau tanpa perjanjian gencatan senjata.
Tedros mengaku dirinya sangat prihatin dengan serangan Israel yang telah menewaskan warga sipil dan anak-anak Palestina.
Tedros mengatakan meskipun covid-19 tidak lagi menjadi darurat kesehatan global, dunia harus tetap memperkuat respons terhadap penyakit tersebut.
Harga garam di tingkat petani melonjak dari sebelumnya Rp1.200 per kilogram meningkat menjadi Rp2.600 per kilogram.
Kontribusi Jatim belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petambak dan pembudidaya. Ketiadaan HPP untuk garam dan ikan membuat harga sangat fluktuatif.
Garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan jadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, dan baterai.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Dokter jelaskan alasan bayi di bawah 1 tahun tak boleh diberi garam, gula, atau madu. Simak penjelasan medis dan pilihan makanan aman.
Ia menekankan pentingnya kombinasi antara investasi teknologi, pembangunan infrastruktur, regulasi yang berpihak pada petambak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved