Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
SELEBRITAS Raline Shah mengaku banyak belajar setelah menjadi narator film dokumenter berjudul Eating Our Way To Extinction, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Kisah Manusia Merangkai Punah.
Film berdurasi sekitar 81 menit itu mengajak penonton berkeliling dunia, mulai dari kedalaman hutan hujan Amazon, Pegunungan Taiwan, gurun di Mongolia, hingga Fjord Norwegia, untuk melihat kondisi menyedihkan lingkungan saat ini, akibat hadirnya peternakan hewan.
Sejumlah akademisi dan tokoh-tokoh terkemuka ambil bagian dalam memberikan paparan mereka terkait kondisi yang terjadi.
Baca juga: Raline Shah Jadi Narator di Film Dokumenter
"Saya belajar banyak dari proses ini. Senang melihat hasilnya karena secara visual, audio visual itu benar-benar dapat kita resapi daripada membaca suatu informasi atau ditakut-takutin dengan fakta-fakta Bumi kita sudah lelah, tidak produktif karena ulah kita sendiri," ujar Raline, Selasa (6/9).
Eating Our Way To Extinction, awalnya dinarasikan oleh selebritas Kate Winslet. Film itu diluncurkan secara internasional di Inggris, Kanada, Australia, dan negara lainnya pada April lalu dan dinarasikan selebritas lokal dalam bahasa asli mereka.
Di Indonesia, film itu dinarasikan oleh Raline Shah dan tayang perdana di YouTube, Selasa (6/9).
Raline mengatakan, keterlibatannya sebagai narator karena hubungan pertemanan dengan sang direktur fotografer sekaligus sutradara film itu, Ludovic Brockway.
"Keterlibatan saya di sini karena ada teman saya, dia director of photographer untuk film ini dan kebetulan kami suka go hiking bareng. Terakhir itu kami ke (gunung) Kilimanjaro untuk documantary ini," kata dia.
Selama berada di Kilimanjaro, dia dan Ludovic mendiskusikan berbagai hal termasuk apakah menjadikan film ini komersil atau sesuatu yang lebih menginformasi atau mendidik publik, serta ide agar film dialihbahasakan ke berbagai bahasa, termasuk Indonesia.
Ludovic yang menyarankan Raline menjadi narator untuk versi film yang berbahasa Indonesia. Raline mengaku tertantang sekaligus senang karena film dalam versi bahasa Indonesia akan lebih mudah dipahami masyarakat di tanah air.
"Dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, biasanya lebih banyak kata-kata untuk menjelaskan dalam satu kalimat dalam bahasa Indonesia, untuk disempitkan ke dalam satu scene pendek kadang-kadang susah juga untuk bisa menjelaskan dengan baik dan benar," tutur dia. (Ant/OL-1)
Leila S Chudori mengakui bahwa ia harus bersikap ikhlas saat sejumlah adegan yang ia cintai dalam bukunya, Laut Bercerita, terpaksa dihilangkan.
Konten dari Jepang, Korea, dan India kini telah bertransformasi menjadi kekuatan budaya yang signifikan dalam hiburan global.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan lagu Cicak-cicak di Dinding bukanlah sekadar pemanis, melainkan cerminan perilaku entitas hantu di dalam film Ghost in the Cell.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Film dokumenter Tanah Batuah merekam kehidupan masyarakat Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan di tengah perkembangan industri.
Film Marty Supreme mengisahkan perjalanan Marty Mauser (Timothee Chalamet) , seorang pemuda ambisius dengan mimpi besar yang terus diremehkan oleh lingkungannya.
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved