Rabu 20 Juli 2022, 12:19 WIB

Laleilmanino Harap Lagu Dengar Alam Bernyanyi Bernafas Panjang

Basuki Eka Purnama | Hiburan
Laleilmanino Harap Lagu Dengar Alam Bernyanyi Bernafas Panjang

Instagram @laleilmanino
Laleilmanino

 

TRIO pencipta lagu dan produser rekaman Laleilmanino berharap lagu Dengar Alam Bernyanyi memiliki nafas panjang, yang berarti tetap digemari dan didengarkan oleh generasi baru di masa mendatang.

"Kami harap, sebenarnya ini adalah investasi untuk jangka panjang banget, sih. Kalau bicara lagu pop misalnya rilis lagu hari ini, mungkin masa promonya tiga bulan, setelah itu berubah ke single lain. Tapi kalau yang ini, doa kami lagunya bisa jauh lebih panjang dan bisa didengarkan terus," kata Nino mewakili Laleilmanino dalam wawancara bersama media secara virtual, dikutip Rabu (20/7).

Kini, nafas panjang itu dibuktikan setelah Komite Penyelenggara Youth 20 (Y20) memilih Dengar Alam Bernyanyi sebagai lagu tema resmi Y20 2022. 

Baca juga: Berani Bersuara dari Laleilmanino dan JKT48 Sukses di Youtube

Lagu itu telah diperdengarkan di acara pembukaan Pra-KTT ketiga Y20 yang diadakan di Balikpapan pada 21-22 Mei serta akan diputar kembali di acara puncak KTT Y20 pada 22 Juli di Bandung.

Tidak hanya selama rangkaian Y20 berlangsung, bahkan jika konferensi sudah berakhir, Nino berharap lagu Dengar Alam Bernyanyi tetap didengarkan pada masa mendatang mengingat isu yang terkandung di dalamnya akan tetap relevan.

Dengar Alam Bernyanyi merupakan lagu bertema alam pertama yang diciptakan Laleilmanino. 

Menurut Nino, menulis lirik Dengar Alam Bernyanyi tidaklah sulit namun tantangannya terletak pada pertanggungjawaban isu yang dibincangkan dalam liriknya sehingga harus berdasarkan fakta dan data.

Oleh sebab itu, sebelum membuat lagu, mereka berdiskusi dengan Program Director Coaction Indonesia Verena Puspawardani dan Program Manager Hutan Itu Indonesia Christian Natalie, yang sudah lama aktif menggeluti isu lingkungan. 

Bahkan Laleilmanino mengunjungi Situ Gunung, Sukabumi, untuk mendapatkan inspirasi penulisan lirik lagu.

"Ini menjadi pembelajaran yang baik banget buat Laleilmanino biar makin asik lagi nanti bikin lirik. Berangkat dari pengalaman bersama Dengar Alam Bernyanyi ini, kami jadi punya cara yang baru punya formula yang baru lagi, nih, buat nulis lagu," kata Nino.

Dengar Alam Bernyanyi dirilis pada 22 April 2022 bertepatan dengan Hari Bumi. 

Pada Jumat (15/7), video musik lagu tersebut dirilis melalui akun resmi Laleilmanino. Lagu ini turut menampilkan suara Chicco Jerikho dan Sheila Dara, yang lebih dikenal di dunia keaktoran. Laeilmanino juga mengajak HIVI! dalam lagu tersebut.

Menurut Chicco, lagu Dengar Alam Bernyanyi mengandung visi penting yang harus disuarakan mengenai isu lingkungan yang selama ini masih digaungkan dunia. Oleh sebab itu, Chicco mengaku dirinya langsung tertarik ketika diajak berkolaborasi.

Dalam video musik dan video lirik lagu tersebut, Chicco tampil diwakilkan dalam bentuk karakter animasi pohon, Sheila sebagai peri hutan, HIVI! sebagai Java Sparrow, serta Laeilmanino sebagai orang utan.

Chicco menilai video musik Dengar Alam Bernyanyi, yang dikemas dengan karakter animasi ditambah liriknya yang mudah dihafalkan atau didengarkan (easy listening) bisa menjadi medium belajar yang bermanfaat bagi anak-anak sebagai generasi penerus.

"Itu (video musik) akhirnya jadi bahan obrolan antara saya sama anak, jadi saya bisa memasukkan (pelajaran) sedikit-sedikit ke Suri mulai dari sesuatu hal yang kecil yang ada di rumah dan lagunya juga enak didengarkan, easy listening banget," ujar Chicco.

Konsep animasi dalam Dengar Alam Bernyanyi menonjolkan kehidupan hutan sebagai bagian dari ekosistem alam di bumi. Ketika manusia bisa menjaga hutan, menurut Nino, ia percaya bahwa manusia juga bisa menjaga unsur-unsur penting lain dalam keberlangsungan lingkungan.

"Makanya Chicco dijadikan karakter pohon di sana karena kita melihat pohon itu sebagai guardian, kalau misalnya pohon dihilangkan, bagaimana kita bisa jaga bumi kalau penjaga buminya saja tidak ada," tuturnya.

Untuk membawa perubahan lingkungan yang lebih baik, Nino, Ilman, serta Chicco sepakat bahwa upaya tersebut dapat dilakukan dengan memulai dan membiasakan diri lewat hal-hal sederhana, misalnya gaya mengurangi konsumsi atau penggunaan plastik.

Nino menambahkan ia juga ingin mengajak anak muda untuk lebih menyeimbangkan intensitas penggunaan gawai (gadget) dengan melakukan interaksi secara langsung terhadap alam, selaras dengan lirik bagian reff.

"Kami berharap lewat lagu ini mereka bisa kembali lagi ke alam, bisa menyaksikan langit-langit yang indah itu lagi secara langsung, bukan lewat gawainya. Supaya mereka juga bisa memutuskan sendiri bahwa keindahan ini tidak boleh hilang," kata Nino. (Ant/OL-1)

VIDEO TERKAIT:

Baca Juga

MI/HO

Jelang Perilisan EP Terbaru, Little Dragon Luncurkan Single Frisco

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 08:15 WIB
"Opening The Door mewakili keberanian dalam bergerak maju ke hal baru yang tak diketahui. Merangkul berbagai kemungkinan yang ada dan...
AFP/SUZANNE CORDEIRO

Lagu Baru Megadeth Ejek Orang yang Pakai Kaos Band Tanpa Tahu Lagu Band itu

👤Meilani Teniwut 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 07:22 WIB
Album teranyar Megadeth yang bertajuk The Sick, The Dying,... and The Dead dijadwalkan dirilis pada 2...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Konser 40 Tahun Vina Panduwinata akan Digelar September

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 07:15 WIB
Pembelian dan pemesanan tiket sudah bisa dilakukan melalui website motikdong.com, dengan harga di kisaran Rp350.000 hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya