Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYANYI Dira Sugandi atau DIRA mengaku awalnya merasa tertekan saat membawakan ulang lagu Satu Cinta namun dia yakin setiap orang memiliki keunikan tersendiri.
Satu Cinta dirilis pertama kali pada 1992 oleh Ruth Sahanaya dalam album Kaulah Segalanya. Lagu tersebut merupakan ciptaan Candra Darusman dengan lirik yang ditulis oleh James F Sundah.
Seperti lagu daur ulang pada umumnya, orang akan cenderung membandingkan karya terbaru dengan yang orisinalnya. Namun, DIRA dapat memahami itu dan pada akhirnya percaya diri dengan konsep baru yang dia tawarkan.
Baca juga: Dira Sugandi Rilis Ulang Satu Cinta Karya Candra Darusman
"Apalagi yang nyanyiin Ruth Sahanaya, penyanyi hebat jadi takut dibanding-bandingkan aja sih. Akhirnya aku mikir semua orang pasti punya keunikannya masing-masing," ujar DIRA, dikutip Senin (9/5).
DIRA bercerita sudah sejak lama mengagumi karya dari Candra Darusman, bahkan sejak kecil ibunya selalu memutarkan lagu-lagu milik Candra.
Saat mendapat kesempatan berkolaborasi, DIRA langsung setuju. Sebab ini adalah harapan yang ditunggunya sejak dulu. Ditambah lagi, lagu Satu Cinta mendapat sentuhan baru dengan aransemen dan orkestrasi dari Ricky Lionardi, yang merupakan sahabat DIRA.
"Aku langsung bilang, 'Mas Candra aku senang banget'. Tapi di satu sisi aku juga nervous karena itu lagu lama jadi otomatis ada beban juga. Aku bilang semoga berkenan," katanya.
DIRA juga mengungkapkan saat pertama kali mendengar Satu Cinta pada 1992, dia merasa lagu tersebut merupakan kisah cinta antara dua manusia.
Akan tetapi saat mendengarkan ulang di masa sekarang, DIRA mendapat interpretasi baru. Dia merasakan ada energi besar, yang digambarkannya seperti sebuah pesan cinta antara manusia dan Tuhan.
"Saat take vokal aku merasakan ada energi yang besar banget, ada sebuah message yang besar sekali di balik Satu Cinta itu. Aku merasakan sebuah cinta yang lebih besar lagi antara manusia dengan Tuhannya," jelas DIRA.
Satu Cinta merupakan lagu tunggal keempat dari album rekaman berjudul Detik Waktu #2 - Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman. Album ini berisi lagu-lagu karya cipta dari Candra dan merupakan sebuah sekuel dari album yang dirilis pada 2018, Detik Waktu.
Detik Waktu #2 - Perjalanan Karya Cipta Candra Darusman menampilkan beberapa lagu ciptaan Candra Darusman yang direkam oleh beberapa penyanyi dan musisi Indonesia. Rencananya akan dirilis oleh Signature Music Indonesia dan didistribusikan oleh demajors pada Mei 2022. (Ant/OL-1)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Sejiwa bercerita tentang dua insan yang memendam rasa sekian lama namun malu mengungkapkan perasaan satu sama lain padahal keduanya memiliki banyak kesamaan dan sejiwa.
The Groove, yang bermain di panggung Teh Botol Sosro Hall, tampil menggamit Dira untuk membawakan lagu Sejiwa dan Satu Mimpiku.
"Lagu yang akan saya nyanyikan berikut ini, membawa kenangan saya kepada sosok ayah yang meninggal tiga tahun lalu akibat diabetes."
Lakon Setelah Lewat Djam Malam menghadirkan permainan ruang dengan menyilangkan para aktornya di antara ruang panggung dan layar.
Meski bukan pertama kalinya diundang ke istana untuk bernyanyi dalam upacara 17 Agustus, rupanya Dira Sugandi tetap merasa gugup ketika harus menyanyi di hadapan presiden.
Setiap melihat penampilan Bocelli di televisi, sang ibu selalu mengutarakan keinginannya untuk melihat DIRA bisa bernyanyi bersama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved