Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SUTRADARA Sam Raimi mengungkapkan keseruan dan kesannya mengarahkan film Marvel Cinematic Universe (MCU) pertamanya, Doctor Strange in the Multiverse of Madness.
Raimi, yang menyutradarai tiga film Spider-man klasik dengan Tobey Maguire sebagai Peter Parker, mengatakan terdapat sejumlah perbedaan proses produksi film superhero hari ini dan 20 tahun silam.
"Teknologi sudah banyak berubah dan sekarang semuanya terasa lebih mudah (jika dibandingkan pada 2002). Perbedaan teknologi yang terasa sekali saat saya membuat film ini adalah sistem komunikasi yang sangat canggih dan efektif," kata Raimi dalam jumpa pers global Doctor Strange in the Multiverse of Madness, dikutip Rabu (4/5).
Baca juga: Pemeran Sebut Doctor Strange 2 Buat Karakter Semakin Kompleks
Ia mengatakan, sistem komunikasi tersebut memungkinkan semua orang di departemen produksi untuk bekerja bersama dengan cepat dan efisien secara waktu.
Bekerja di lingkup film superhero, Raimi mengatakan salah satu hal yang paling ia apresiasi adalah dedikasi para aktor dalam memerankan karakter pahlawan super masing-masing.
"Jika ditanya hal yang tidak berubah selama ini, adalah memiliki para aktor hebat seperti mereka (Benedict Cumberbatch, Elizabeth Olsen, dan lainnya). Mereka dapat membawakan sisi manusia mereka ke dalam karakter masing-masing walaupun mereka adalah superhero. Performa mereka sangat bagus dan sudah berpengalaman banyak sekali memerankan karakter mereka selama bertahun-tahun," papar Raimi.
"Di multiverse, rasanya seperti kaca yang menampilkan sisi berbeda dari mereka, dan itu menantang, dan kalau mereka tidak mendalami karakter mereka sendiri sebelumnya, mereka tidak akan bisa sebagus itu dalam membuat konflik dengan alter mereka sendiri," tambahnya.
Ia memberi contoh karakter Wanda Maximoff/Scarlet Witch yang diperankan Olsen. Raimi berpendapat Olsen mampu menunjukkan pengembangan karakter kompleks dengan baik dari setiap proyek MCU yang ia bintangi.
"Scarlet Witch adalah karakter klasik yang kompleks, ia memiliki momen bahagia yang tidak banyak. Penyampaian Elizabeth sangat bagus, terutama dalam bagaimana ia mempertahankan sudut pandangnya. Film ini adalah tentang mengerti akan apa yang ia percaya, dan itu bisa membuat penonton ikut mengikuti perjalanan (Scarlett Witch) dan terkoneksi dengannya," ujar sutradara The Evil Dead (1981) itu.
Doctor Strange in the Multiverse of Madness dibintangi oleh Benedict Cumberbatch, Chiwetel Ejiofor, Elizabeth Olsen, Benedict Wong, Xochitl Gomez, dengan Michael Stuhlbarg, serta Rachel McAdams.
Selain disutradarai oleh Sam Raimi, film ini kembali mengajak Kevin Feige sebagai produser.
Louis D'Esposito, Victoria Alonso, Eric Hauserman Carroll dan Jamie Christopher berperan sebagai produser eksekutif. Skenario ditulis oleh Michael Waldron.
Doctor Strange in the Multiverse of Madness akan tayang di bioskop Indonesia mulai besok, Kamis (5/5). (Ant/OL-1)
Serial live-action Spider-Noir segera tayang di MGM+ dan Prime Video. Nicolas Cage memerankan Ben Reilly dalam kisah gelap ala noir dengan visual hitam-putih dan versi berwarna.
Mark Ruffalo menekankan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk meninggalkan peran Hulk, yang telah ia mainkan sejak 2012.
Sutradara Destin Daniel Cretton mengonfirmasi syuting Spider-Man: Brand New Day telah berakhir.
Sutradara Destin Daniel Cretton mengumumkan bahwa proses syuting film Spider-Man: Brand New Day telah resmi selesai.
Simu Liu mengungkap antusiasmenya kembali memerankan Shang-Chi dalam Avengers: Doomsday.
Unggahan foto hitam-putih Russo Brothers bikin heboh fans Marvel. Banyak yang menduga teaser ini adalah kode besar menuju pertempuran epik Avengers vs X-Men.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Joko Anwar menjelaskan bahwa pemilihan latar penjara di film Ghost in the Cell bukan sekadar untuk membangun suasana seram, melainkan sebagai metafora kondisi masyarakat.
Produser dan sutradara kompak menyebut telah menyiapkan universe untuk Pelangi di Mars, baik itu berupa sekuel, prekuel ataupun spin-off.
Surat Untuk Masa Mudaku menyoroti perjalanan hidup karakter bernama Kefas, yang diperankan oleh Millo Taslim pada masa muda dan Fendy Chow saat beranjak dewasa.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved