Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Selebritas Tasya Kamila membagi kiatnya dalam memulai dan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable lifestyle) bagi anak muda.
Menurut Tasya, mencoba untuk mengurangi berbelanja secara berlebihan bisa menjadi awalan yang baik.
Mantan penyanyi cilik itu mengatakan, langkah kecil tersebut bisa menghindari konsumsi sampah yang sebenarnya tak perlu ada sebelumnya.
"Pertama, kita coba kurangi dulu sampah kita, beli barang secukupnya, jangan sampai mubazir. Lalu, ketika berbelanja, pilih barang dengan packaging yang lebih ringkas, serta sebisa mungkin hindari plastik sekali pakai," kata Tasya melalui diskusi virtual, Selasa (22/9).
Tasya juga menerapkan program 3R, yang mencakup reduce (mengurangi konsumsi barang berlebihan), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/226730-tasya-kamila-harus-berpendidikan-tinggi
Ibu satu anak itu menambahkan, dirinya juga mencoba untuk menghindari kemasan sekali pakai seperti botol dan sendok plastik, yang kemudian diakali dengan menggunakan tumbler dan perlengkapan makan sendiri yang bisa ia bawa kemana pun dan juga lebih ramah lingkungan.
Selain memperhatikan utilitas sehari-hari, Tasya juga mulai memilah sampah sesuai kategorinya. Jika memiliki sampah organik, ia menyarankan untuk dibuat kompos.
"Tapi, buat kita-kita yang enggak kreatif amat (untuk melakukan daur ulang sampah), kita bisa memilah sampah yang nantinya kita salurkan ke bank sampah, agar dikelola dan didaur ulang dengan baik oleh mereka yang lebih jago mengelolanya," kata Tasya. (Ant/OL-12)
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
Langkah ini sejalan dengan arahan sistem pengelolaan sampah nasional, yang menekankan pentingnya perubahan perilaku sejak dari tingkat rumah tangga.
Pendekatan utama yang diusung adalah membangun model pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat RT sebagai percontohan.
Selama dua bulan, sejak 10 Januari 2025 hingga 11 Maret 2025, proyek difokuskan di Banjar Pasedana. Di wilayah ini, terdapat 163 KK yang menjadi sasaran langsung edukasi.
Untuk memperkuat sistem ini, Pemda, Kementerian PU dan Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Ditjen Bina Bangda) turut berperan aktif dalam berkolaborasi.
Kondisi geografis Cianjur yang luas dan beragam, meliputi wilayah urban, pedesaan, dan pegunungan, menyulitkan proses pengangkutan dan pengolahan sampah secara merata.
SAENGGOK Land fill atau tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Distrik Gangseo, Korea Selatan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana tempat pembuangan sampah diubah menjadi aestetik
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved