Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Adelia Pasha: Perpaduan Topi Baret dan Tekstur Plisket pada Busana Modest Modis

Nike Amelia Sari
04/2/2026 21:08
Adelia Pasha: Perpaduan Topi Baret dan Tekstur Plisket pada Busana Modest Modis
Ilustrasi(Dok. Instagram resmi Lina Sukijo @linasukijo.official)

ADELIA Pasha, istri dari vokalis band Ungu dan politikus Pasha tampil sumringah dengan balutan busana modest kekinian. Tampilannya memukau dengan atasan berpotongan longgar dengan kerah tinggi. Di bagian dada dan lengan, terdapat aplikasi bordir atau hiasan metalik berwarna emas dan perak yang menampilkan pola-pola khas.

Atasan Adelia dipadukan dengan rok panjang berwarna perak, memiliki tekstur plisket (berlipit) yang memberikan efek kilau dan gerakan saat dipakai. Penampilannya dilengkapi dengan topi baret kecil berwarna biru tua yang serasi dengan atasan.

Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya. Koleksi ini menangkap momen peralihan cahaya seperti embun pagi yang membiaskan sinar matahari pertama.

Warna-warna soft dan terang menjadi benang merah pada koleksi tersebut. Pink yang merona halus, butter yellow yang hangat, zage yang membumi, hingga lilac.

Penggunaan bahan Jacquard memberikan efek tekstur dan dimensi kemewahan yang kokoh, sementara organdy sutera dan tulle menciptakan efek transparansi yang ethereal (sangat halus). 

Penerapan beberapa motif, seperti motif flora merepresentasikan keindahan dan keanggunan seorang wanita. Selain itu terdapat motif pada bahan jacquard yang menjadi ciri khas label. Koleksi ini juga dilengkapi dengan hiasan kristal Swarovski yang memberikan kilauan pada busana.   Gaya siluet busana yang ditampilkan yaitu A line dan X line dengan permainan dress dan outerwear.

Koleksi busana Raya Lina Sukijo ini akan ditampilkan di panggung peragaan busana Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) 2026. Selain Lina Sukijo, jenama lokal lainnya yang menampilkan koleksinya di IFA 2026 ialah Benang Jarum, Buttonscarves, Itang Yunasz x Torenda, Elva Fauqo, dan Lia Afif.

IFA 2026 yang digelar pada 10 Februari 2026 di The Ritz-Carlton Hotel, Pacific Place Jakarta ini juga menampilkan koleksi teranyar dari merek fesyen Widhi Budimulia, Sabiluna, Okky Walla x Albenayubandal, Amapola, Vivi Zubedi, Riris Ghofir, Lia Soraya, dan Fera Signature by Fera Ali.

Ada pula label fesyen dari The She by Daisy Handayani, Gita Orlin, Rizman Ruzaini, Mazulabel, Ayu Dyah Andari, Denny Wirawan, Eridani, Masya, Arabelle, Motif Hawa, dan KursienKarzai.

Gelaran IFA yang memasuki tahun ketiga ini mengusung tema “Sophisticated”, dengan kegiatan meliputi peragaan busana, pameran, hingga penghargaan (awarding).

Salah satu tujuan IFA adalah untuk memberikan apresiasi atas kinerja pelaku usaha bidang fesyen dan kecantikan-estetika. IFA memberikan apresiasi kepada para desainer, pelaku usaha, dan profesional di bidang mode, kecantikan, dan kesehatan yang berprestasi melalui penganugerahan IFA Award 2026.

“IFA bukan sekadar wadah pertemuan industri, tetapi telah berkembang menjadi acuan utama dan benchmark bagi pelaku serta penikmat lifestyle, fashion dan estetika kelas atas yang mengutamakan kualitas, eksklusivitas, dan prestis," kata Dian Komalasary selaku Founder & Chief Executive Officer Indonesia Fashion Aesthetics (IFA) dalam keterangannya, Rabu (4/1).

"Kami berkomitmen meningkatkan pelaksanaan IFA dari tahun ke tahun, dari segi kualitas acara maupun kuantitas partisipan yang menjadi bagian dari perhelatan ini,” lanjutnya.

IFA diharapkan menjadi platform untuk memperkenalkan dan meningkatkan kapasitas produk dan layanan pelaku industri fesyen dan kecantikan-estetika secara strategis, memperluas jaringan kolaborasi antar pelaku industri kreatif, khususnya di bidang fesyen, modest fashion, dan kecantikan-estetika.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya