Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Harga Batu Bara Turun ke Rp1,69 Juta per Ton, Tekanan Pasokan Global belum Reda

 Gana Buana
01/4/2026 20:02
Harga Batu Bara Turun ke Rp1,69 Juta per Ton, Tekanan Pasokan Global belum Reda
Update harga batu bara acuan.(Antara)

Harga batu bara acuan (HBA) periode I April 2026 turun ke level US$99,87 per ton, melanjutkan pelemahan dari US$103,01 per ton pada periode II Maret 2026. Penurunan ini menegaskan bahwa tekanan di pasar batu bara global masih belum sepenuhnya mereda.

Ketetapan itu tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 135.K/MB.01/MEM.B/2026 yang berlaku untuk periode 1 April hingga 14 April 2026. Dalam beleid tersebut, pemerintah membagi HBA ke dalam empat kategori berdasarkan tingkat kalori batu bara.

Untuk periode I April 2026, rinciannya adalah sebagai berikut:

  • HBA (6.322 GAR): US$99,87 per ton, turun dari US$103,01 per ton pada periode II Maret 2026.
  • HBA I (5.300 GAR): US$72,28 per ton, naik dari US$71,55 per ton.
  • HBA II (4.100 GAR): US$49,99 per ton.
  • HBA III (3.400 GAR): US$35,23 per ton, naik dari US$34,25 per ton.

Turunnya harga batu bara acuan utama terjadi di tengah langkah pemerintah yang sebelumnya memangkas target produksi batu bara 2026 menjadi sekitar 600 juta ton. Angka ini lebih rendah sekitar 190 juta ton dibanding realisasi produksi 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Pemangkasan kuota itu didorong ketidakseimbangan pasokan dan permintaan di pasar internasional sepanjang 2025. Kelebihan pasokan dinilai menjadi faktor utama yang menekan harga batu bara dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, situasi pasar sempat berubah tajam pada awal Maret 2026. Konflik yang melibatkan AS-Israel dan Iran mendorong harga batu bara melonjak dari posisi di bawah US$120 per ton menjadi menembus US$130 per ton hanya dalam waktu sekitar sepekan.

Di tengah volatilitas tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membuka peluang adanya relaksasi terukur terhadap kebijakan kuota produksi batu bara. Opsi itu memberi sinyal bahwa pemerintah masih menyiapkan ruang penyesuaian jika gejolak pasar global terus berlanjut. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya