Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BALI & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 tahun 2026 tetap digelar dalam krisis perang Timur Tengah yang hingga kini belum jelas ujungnya. Ketua panitia BBTF Putu Winastra yang juga merupakan Ketua DPD ASITA Bali resmi memulai rangkaian Road to BBTF 2026 sebagai momentum konsolidasi industri dan pemerintah dalam menjaga daya saing Bali dan Indonesia di pasar global.
"BBTF 2026 akan kembali digelar pada Mei 2026 di Bali dan mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage.” Tema ini menegaskan arah strategis pariwisata Indonesia yang semakin mengutamakan kualitas pengalaman, kekuatan budaya, dan praktik keberlanjutan yang terukur. Gastronomi dipilih sebagai benang merah karena ia menyatukan identitas, tradisi, komunitas, dan daya saing ekonomi kreatif dalam satu narasi yang kuat," ujarnya di Nusa Dua Bali, Senin (30/3/2026).
Keberhasilan BBTF 2025 menjadi fondasi optimisme menuju 2026. Tahun ini, BBTF 2026 menargetkan 400 buyer dari 47 negara dan 250 seller. Angka tersebut menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap Indonesia tetap kuat. Namun, keberlanjutan pertumbuhan tidak hanya ditentukan oleh angka transaksi, melainkan oleh kesiapan destinasi menjawab ekspektasi wisatawan yang semakin kritis terhadap isu kebersihan, tata kelola, kemacetan, serta komitmen nyata terhadap keberlanjutan.
Ia mengaku, saat ini dunia sedang diguncang krisis geopolitik di Timur Tengah yang hingga saat ini belum ada ujungnya. Situasi ini diakui berdampak pada kunjungan wisata ke Bali karena sejumlah negara menutup ruang udara yang selama ini menjadi rute tetap ke Bali. Namun demikian, pasar Asean seperti Malaysia, Singapura, tidak pernah krisis. Selain itu Asia Timur seperti Jepang, Korea, Cina tidak pernah sepi. Asia Selatan seperti India, Khazastan, Pakistan juga tidak pernah sepi. Dan di top market yakni Australia hingga di beberapa negara Oceania juga masih ramai. "Jadi sekalipun situasi politik di Timur Tengah yang tidak ada ujungnya, namun pasar di Bali tetap ramai dikunjungi," ujarnya.
Di Bali sendiri, isu yang disoroti adalah soal sampah. Namun kolaborasi antara pemerintah dan swasta terutama sektor pariwisata menjadi momentum penting untuk mengatasi masalah tersebut. “Tanpa kolaborasi dan bukti nyata di lapangan dalam penggulangan cepat masalah sampah dan kemacetan, kita berisiko kehilangan kepercayaan pasar. BBTF bukan sekadar ajang transaksi bisnis, tetapi cermin kesiapan destinasi. Dunia melihat bagaimana Bali mengelola dirinya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Bali perlu berbenah secara terkoordinasi dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, seluruh bupati dan walikota se-Bali, serta seluruh jajaran perangkat daerah dan pelaku industri. Komitmen bersama diperlukan agar perbaikan tidak bersifat sporadis, melainkan sistemik dan konsisten. Optimisme tetap ada karena Bali memiliki kekuatan budaya, reputasi global, serta jejaring industri yang solid. Namun optimisme tersebut harus dibuktikan melalui tindakan nyata.
Untuk BBTF 2026, panitia menargetkan peningkatan partisipasi buyers dan sellers dari lebih banyak negara. Jumlah final partisipasi akan diumumkan pada tahap berikutnya, namun fokus pasar diarahkan pada Eropa Barat, Australia, Asia Timur, Asia Tenggara, serta pasar emerging seperti Timur Tengah dan India. Selain mempertahankan pasar tradisional yang loyal terhadap Bali dan Indonesia, BBTF 2026 juga akan memperluas penetrasi ke pasar-pasar dengan potensi high-spending dan minat pada experiential tourism.
Keunggulan BBTF dibandingkan partisipasi pada trade show internasional lainnya adalah kesempatan bagi buyers untuk mengalami langsung destinasi melalui rangkaian familiarization trip dan post-event tours. Para buyers tidak hanya melakukan pertemuan bisnis, tetapi juga melihat langsung kualitas produk, destinasi, dan kesiapan layanan di lapangan.
Mereka bertemu dengan ekosistem sellers secara menyeluruh, dari DMC, hotel, atraksi, hingga produk wisata berbasis budaya dan gastronomi. Model ini memperkuat kredibilitas transaksi dan menjaga posisi Bali sebagai leading tourism hub di Indonesia sekaligus gerbang promosi destinasi beyond Bali.
Dalam konteks nasional, BBTF 2026 sejalan dengan program strategis Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang pada 2026 terus mendorong promosi terintegrasi melalui partisipasi aktif di berbagai world travel trade shows internasional, penguatan kampanye pariwisata berkualitas, serta diversifikasi pasar. Pemerintah pusat secara konsisten mempromosikan Indonesia di pasar utama dunia melalui misi dagang, promosi digital, serta penguatan konektivitas. BBTF menjadi platform domestik strategis yang melengkapi promosi global tersebut, karena mempertemukan buyers internasional langsung di Indonesia dengan pengalaman riil di destinasi.
Melalui Road to BBTF 2026, ASITA Bali juga menyampaikan harapan kepada pemerintah agar penguatan promosi internasional berjalan beriringan dengan pembenahan tata kelola destinasi di tingkat lokal. Infrastruktur, pengelolaan sampah terpadu, pengaturan transportasi, serta koordinasi lintas kabupaten dan provinsi menjadi kunci menjaga reputasi Bali. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah akan menentukan keberhasilan menjaga kepercayaan pasar global.
BBTF 2026 bukan hanya agenda tahunan industri. Ia adalah simbol komitmen kolektif untuk memastikan Bali tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, tindakan nyata, serta dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan, Bali optimis dapat mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan Indonesia dan mitra terpercaya pasar global. (H-2)
Program “Mudik ke Jakarta” disambut positif, ditandai lonjakan pengunjung wisata hingga ratusan ribu serta peningkatan signifikan pengguna MRT dan LRT saat Lebaran.
Kapolri menyatakan hal tersebut guna mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan pada momen libur nasional tersebut.
Larangan ini ditujukan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk agen travel, komunitas pencinta alam, hingga pendaki mandiri
Berbeda dengan perjalanan wisata biasa, dalam skema umrah mandiri, pemilihan hotel sering kali menjadi langkah pertama sebelum memesan tiket pesawat.
Saat ini, Pura Segara Giri Wisesa melayani tiga ritual besar, yaitu Melasti, Ngayud atau penghayutan, dan Penglukatan (pembersihan diri).
POLISI menyiagakan personel di kawasan Wisata Bahari Tlocor, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran 2026
Angka kunjungan tahun ini meningkat drastis dibanding tahun 2025 lalu. Pada lebaran tahun lalu, kunjungan wisatawan hanya sebanyak 123.046 pengunjung.
Lima destinasi wisata yang paling diminati selama libur panjang ini, yaitu Masjid Raya Al-Jabbar, Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, dan Saung Angklung Udjo.
Selain air mancur di taman kebanggaan Polda Babel ini dilengkapi berbagai falitas seperti ruang bermain anak yang menjadi tempat favorit bagi orangtua yang membawa anak-anaknya.
LONJAKAN signifikan kunjungan wisatawan terjadi di sejumlah destinasi wisata pesisir Kabupaten Karawang selama momen libur Lebaran 2026/ Idulfitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved