Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Menteri PU Klaim 93,5 Persen Jalan Nasional sudah Mantap jelang Arus Mudik

Ihfa Firdausya
07/3/2026 12:27
Menteri PU Klaim 93,5 Persen Jalan Nasional sudah Mantap jelang Arus Mudik
ilustrasi(Antara)

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional, baik jalan non-tol maupun jalan tol. Hal itu guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2026. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut kesiapan jaringan jalan nasional menjadi perhatian utama pemerintah menjelang mudik Lebaran.

"Jaringan jalan nasional non-tol sepanjang 47.603,39 km saat ini berada dalam kondisi mantap dengan tingkat kemantapan mencapai 93,5%," kata Dody dalam keterangan resmi, Sabtu (7/3).

Sementara itu, jaringan jalan tol yang siap melayani arus mudik mencapai 3.115,98 km yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dody memastikan pemenuhan standar pelayanan minimum (SPM), memfungsionalkan tambahan ruas jalan tol tanpa tarif, serta menyiapkan tambahan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) operasional maupun fungsional.

Direktur Jenderal Bina Marga Roy Rizali Anwar mengatakan Kementerian PU telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran, khususnya pada jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume lalu lintas.

“Strategi utama yang kami lakukan adalah memastikan seluruh jalan nasional dalam kondisi mantap, tidak berlubang, dan seluruh bangunan pelengkap jalan dalam kondisi baik sehingga aman dan nyaman dilalui para pemudik,” ujar Roy.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jalur mudik seperti bencana alam atau kerusakan infrastruktur, Kementerian PU menyiapkan Disaster Relief Unit (DRU) yang terdiri dari peralatan berat, material, serta personel pendukung yang siaga di berbagai wilayah. 

Sebanyak 1.461 unit peralatan disiapkan dan disebar di seluruh Indonesia selama periode siaga mudik guna mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan pada jalan nasional. Selain itu, berbagai material tanggap darurat seperti jembatan bailey, bronjong, sandbag, cold mix asphalt, serta material perbaikan cepat lainnya juga telah disiapkan. 

Kementerian PU juga menyiapkan 496 posko mudik yang tersebar di seluruh Indonesia untuk memantau kondisi jalan serta memberikan dukungan teknis di lapangan. Posko-posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi pemantauan kondisi lalu lintas dan penanganan cepat apabila terjadi gangguan pada jalur mudik. 

Sebagai sumber informasi bagi masyarakat, Kementerian PU menyediakan Microsite Informasi Jalur Lebaran yang dapat diakses melalui laman mudik.pu.go.id. Microsite itu bisa digunakan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi jalan nasional dan jalan tol, titik rawan kemacetan maupun bencana, lokasi posko mudik, hingga layanan infrastruktur yang tersedia di sepanjang jalur mudik Lebaran 2026. 

Layanan informasi juga dapat diakses melalui aplikasi pemantauan yang disediakan oleh BUJT seperti Travoy oleh Jasa Marga dan HK Toll Apps oleh Hutama Karya.  Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan terkait kondisi jalan nasional dan jalan tol melalui kanal layanan “Halo Pak Dody” yang dapat diakses melalui akun Instagram Menteri PU @dody_hanggodo. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya