Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Distrik Elikobel Merauke Perlu Perbaikan Infrastuktur Jalan dan Jalur Distribusi Lokal

Rahmatul Fajri
05/12/2025 17:39
Distrik Elikobel Merauke Perlu Perbaikan Infrastuktur Jalan dan Jalur Distribusi Lokal
Ilustrasi(Dok Istimewa)

INFRASTRUKTUR jalan di Kawasan Transmigrasi (KT) di Distrik Elikobel memerlukan penanganan secepatnya. Sebagian besar jalan masih didominasi oleh jalan tanah yang tentunya membahayakan masyarakat saat melaluinya terutama saat musim hujan. 

Kepala Distrik Elikobel Azis mengatakan kondisi jalan yang tidak memadai membuat akses masyarakat menjadi terbatas dan berdampak pada jalur distribusi produksi lokal yang menjadi tidak dapat tersalurkan secara optimal. 

Azis menuturkan hal yang sama juga terkait infrastuktur jembatan. Infrastuktur jalan dan jembatan ini tidak dapat dipsahkan karena menjadi bagian yang saling berhubungan perihal konektivitas.

Ada beberapa jembatan yang sudah sangat rentan dan membahayakan untuk dilalui karena hanya terbuat dari kayu hasil swadaya masyarakat. Tidak jarang jembatan turut terendam air saat musim hujan. Bahkan, ada jembatan putus dan belum diperbaiki hingga saat ini. Hal tersebut membuat masyarakat harus memutar jalan masuk ke dalam kawasan perkebunan kepala sawit. 

"Dibanding Distrik Muting dan Distrik Ulilin, Distrik Elikobel paling parah masalah jalan di kawasan transmigrasi sini. Banyak jalan berlubang dari kecil hingga lubang besar. Belum lagi pas hujan jadi banyak genangan dan licin. Anak-anak banyak yang jatuh. Jarak tempuh juga jadi lama,” kata Azis, kepada wartawan, Jumat (5/12).

Kondisi tersebut sejalan dengan upaya survei lapangan yang dilakukan oleh Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan. Pada saat survei lapangan, Tim Ekspedisi Patriot UI juga terkendala dengan jalan yang licin dengan lubang di mana-mana. Bahkan, ada mobil yang terjebak dalam lubang jalan tersebut. 

Meskipun mobil yang digunakan sudah besar, tetapi supirnya juga harus jeli melihat situasi jalan supaya tidak terjebak dalam lubang jalan. Terlebih lagi, jalan setelah hujan pastinya dipenuhi lumpur. 

Para pengendara mobil biasanya menggali jalan berlumpur supaya dapat dilalui. Alhasil, lubang jalan semakin lama semakin dalam sehingga membuat mobil terperosok dan terjebak dalam lubang lumpur tersebut. 

Di sisi lain, infrastuktur jalan yang parah tersebut juga berdampak pada jalur distribusi lokal. Distrik Elikobel sebagai salah satu distrik yang termasuk ke dalam kawasan transmigrasi ini banyak menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan. 

Dengan kondisi jalan yang memprihatinkan tersebut, banyak masyarakat mengeluh soal hasil pertanian atau perkebunannya tidak dapat terdistribusi dengan optimal. Banyak hasil pertanian atau perkebunan yang mengalami harga jual rendah. Hal ini karena biaya angkut menjadi lebih mahal dengan medan jalan yang rusak.

”Jalan ini dari dulu masih jadi kendala di hampir seluruh distrik. Bagaimana tidak, banyak teman saya yang rugi karena harga jualnya rendah. Sebagai contoh, ada yang panen rambutan. Awalnya harga jual 14 ribu per kilo. Tapi karena jalan rusak harga jualnya jadi 4 ribu per kilo. Belum lagi guncangannya membuat beberapa rambutan busuk di jalan,” kata salah satu warga yang tidak mau disebutkan identitasnya.

Kondisi demikian membuat masyarakat berharap dengan adanya Tim Ekspedisi Patriot UI dapat membantu menyampaikan masukan dan keluhan masyarakat ini kepada Kementerian Transmigrasi. Hal ini disebabkan masyarakat sudah berulang kali meminta perbaikan jalan ini kepada pemerintah daerah setempat tetapi belum mendapat hasil nyata. 

Dengan begitu, Tim Ekspedisi Patriot sebagai bagian dari program Kementerian Transmigrasi dapat langsung menyuarakan sehingga kebutuhan dan harapan tersebut dapat direalisasikan oleh Kementerian Transmigrasi sebagai bagian yang menaungi Kawasan Transmigrasi Muting. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya