Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 18 Februari 2026: UBS-Galeri 24 Solid, Turun Bareng

Andhika Prasetyo
18/2/2026 07:58
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 18 Februari 2026: UBS-Galeri 24 Solid, Turun Bareng
ilustrasi(Antara)

 

Harga emas hari ini di Pegadaian, Rabu, 18 Februari 2026, mencatatkan pergerakan terbaru. Harga emas di Pegadaian untuk dua produk, yaitu UBS dan Galeri 24, kompak mengalami pelemahan. Harga emas UBS hari ini berada di level Rp2,958 juta per gram, turun dari Rp2.988.000 per gram pada perdagangan hari sebelumnya. Adapun, harga emas Galeri 24 dibanderol Rp2,943 juta per gram, turun dari Rp2.971.000 per gram.

Pergerakan harga ini menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin melakukan investasi logam mulia maupun bagi mereka yang ingin memantau nilai aset simpanannya di tengah fluktuasi ekonomi global.

Tabel Harga Emas Pegadaian Hari Ini (18 Februari 2026)

Ukuran (Gram) Emas UBS (Mata Uang Rupiah) Emas Galeri 24 (Mata Uang Rupiah)
0,5 Gram 1.515.000 1.503.000
1 Gram 2.958.000 2.943.000
5 Gram 14.515.000 14.410.000
10 Gram 28.905.000 28.715.000
50 Gram 144.105.000 143.110.000
100 Gram 288.100.000 286.115.000

Meskipun kedua jenis emas ini memiliki kadar kemurnian yang sama, yaitu 99,99%, terdapat selisih harga sekitar Rp15.000 per gram pada perdagangan hari ini. Emas UBS cenderung memiliki harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Galeri 24. Hal ini sering kali dipengaruhi oleh biaya produksi, desain kemasan, serta permintaan pasar terhadap merek tertentu.

Bagi para investor, emas Galeri 24 bisa menjadi pilihan menarik karena harganya yang lebih ekonomis namun memiliki jaminan buyback yang kuat di seluruh jaringan Pegadaian. Di sisi lain, emas UBS dikenal memiliki variasi desain yang menarik dan diterima secara luas di berbagai toko emas di Indonesia.

Faktor Pemicu Harga Emas Hari Ini

Kenaikan harga emas hingga menyentuh level Rp2,9 juta per gram ini dipicu oleh beberapa sentimen ekonomi makro, di antaranya:

  • Ketidakpastian geopolitik global yang mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven).
  • Fluktuasi nilai tukar Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS.
  • Ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral dunia.

Masyarakat disarankan untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala sebelum melakukan transaksi besar. Investasi emas tetap menjadi pilihan favorit karena sifatnya yang tahan terhadap inflasi dalam jangka panjang.


Sumber: Antara News & Pegadaian (Data diolah untuk 18 Februari 2026).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya