Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN ekosistem kecerdasan buatan (AI) dalam negeri kembali diwarnai dengan marketspace atau pasar digital baru bernama Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU) atau yang bisa diakses melalui lampu.id sebagai platform digital terpadu menghadirkan cara baru dalam membeli dan mengadopsi solusi digital.
Platform itu menyatukan berbagai kebutuhan solusi digital, mulai dari aplikasi Software as a Service (SaaS), Compute Services, Application Programming Interface (API) Services, data services, cybersecurity services, connectivity services, hingga model prediksi, AI dan analytics. Berbagai software tersebut dapat digunakan secara instan dalam satu ekosistem yang aman, serta berdaulat.
President Director & CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena, mengatakan LAMPU mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis dengan mengadopsi teknologi, melalui ekosistem digital yang menghadirkan akses cepat kepada inovasi yang relevan, mudah, dan aman.
"Dengan memanfaatkan kekuatan infrastruktur connectivity, cloud, cybersecurity Lintasarta yang berdaulat, LAMPU menjadi wadah bagi pelaku usaha, penyedia solusi, dan pengembang (developer) lokal untuk berkolaborasi, mempercepat inovasi, dan memperluas skala bisnis dengan lebih efisien. Ini adalah langkah strategis Lintasarta dalam mendorong ekosistem digital nasional yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” kata Bayu, Minggu (2/1).
Sebagai marketspace digital yang terintegrasi penuh, LAMPU menyederhanakan proses adopsi teknologi, memungkinkan pelanggan untuk mengakses solusi digital dengan kinerja tinggi, latensi rendah, dan mekanisme keamanan yang prima.
LAMPU menawarkan fleksibilitas melalui berbagai model konsumsi, pay-as-you-go, subscription, hingga enterprise licensing, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan biaya sekaligus mempercepat time- to-value.
Dalam semangat prinsip ekosistem terbuka, LAMPU membuka akses bagi mitra teknologi, startup, dan penyedia software untuk membawa solusi mereka ke pasar yang lebih luas.
Dengan konektor API, integrasi cloud-native, serta kemampuan direct-deployment yang ditawarkan oleh LAMPU, pengembang, serta penyedia teknologi diharapkan dapat lebih fokus untuk berinovasi dan membangun solusi berbasis AI, data analytics, serta digital services yang siap produksi.
“Ekosistem digital yang kuat membutuhkan konektivitas yang andal, cloud yang aman, dan kemampuan cybersecurity yang matang. Semua itu menjadi inti dari Lintasarta, dan kini kami padukan dalam LAMPU untuk memastikan setiap perusahaan, dari skala kecil hingga besar, dapat mengadopsi teknologi dengan kepercayaan, kemudahan, serta kenyamanan penuh,” ujar Bayu.
LAMPU juga merupakan sebuah platform terintegrasi yang lahir dari filosofi bahwa teknologi seharusnya menjadi enabler pertumbuhan, maka dari itu akses terhadap teknologi menjadi kunci untuk menjangkau lebih banyak pengguna. (H-2)
Ilmuwan komputer Ray Kurzweil memprediksi singularitas teknologi akan tercapai pada 2045, saat kecerdasan manusia dan AI menyatu dan meningkatkan kemampuan otak jutaan kali lipat.
Industri CRM ke depan akan makin insight-driven, bahkan sudah banyak yang mengklaim AI-enabled/AI-native CRM.
Isu-isu tersebut menjadi fokus pembahasan dalam World Privacy Day Conference (WPDC) 2026 yang digelar pada 28 Januari 2026 di BINUS University Alam Sutera.
Penelitian ini dilakukan oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Prof Steve Brusatte dari University of Edinburgh bersama Dr Gregor Hartmann dari Helmholtz-Zentrum, Jerman.
Bulletin of the Atomic Scientists menetapkan Jam Kiamat (Doomsday Clock) 2026 pada posisi 85 detik menuju tengah malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved