Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Seleris Mediktekno Internasional, sebuah perusahaan teknologi kecerdasan buatan (AI) terdepan, mengumumkan peluncuran Seleris, suatu platform underwriting asuransi jiwa dan kesehatan yang revolusioner.
Platform yang diluncurkan di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/2/2024) ini dirancang untuk membantu perusahaan asuransi di Indonesia dan dunia untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kecepatan dalam proses underwriting.
“Platform Seleris menggunakan teknologi multimodal artificial intelligence (AI) dan machine learning (ML) untuk mengotomatisasi banyak tugas underwriting yang memakan waktu dan berulang,” kata Rinaldi Anwar, Founder dan CEO Seleris.
Baca juga : Gandeng Sejumlah Universitas, Alibaba Cloud Hadirkan Inovasi AI Generatif Terbaru
Rinaldi menjelaskan platform Seleris siap membantu perusahaan asuransi untuk pertama, mempercepat waktu penerbitan polis.
“Platform Seleris dapat memproses aplikasi asuransi dalam hitungan menit, jika dibandingkan dengan berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu dengan metode tradisional,” jelas Rinaldi dalam keterangan pers, Sabtu (24/2).
Kedua, Seleris meningkatkan akurasi underwriting. AI dan ML membantu perusahaan asuransi untuk membuat keputusan underwriting yang lebih akurat dengan menganalisis data dari kesehatan calon nasabah.
Baca juga : Kredit Rating Indonesia Siap Manfaatkan Artificial Intelligence
Ketiga, bisa mengurangi biaya. “Otomatisasi underwriting dapat membantu perusahaan asuransi untuk menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Rinaldi.
“Seleris adalah perangkat underwriting masa depan yang akan merevolusi industri asuransi jiwa dan kesehatan,” kata Rinaldi.
“Seleris akan memberikan pengalaman yang lebih cepat, lebih mudah, dan lebih transparan bagi nasabah dan agen asuransi, dan pada akhirnya akan membantu lebih banyak orang mendapatkan perlindungan asuransi yang mereka butuhkan,” paparnya.
Baca juga : Survei Fortinet: Peran AI dalam Hadapi Serangan Siber Cukup Penting
“Peluncuran platform Seleris menandai tonggak penting dalam industri asuransi. Platform ini akan membantu perusahaan asuransi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada nasabah mereka dan meningkatkan efisiensi bisnis mereka”, tambahnya.
Keuntungan lainnya, menurut Rinaldi, Seleris dapat memproses aplikasi asuransi dalam hitungan menit, dibandingkan dengan proses tradisional yang bisa memakan waktu berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
“Seleris mudah digunakan oleh nasabah dan agen asuransi, tanpa memerlukan pengetahuan teknis,” katanya.
Baca juga : IBM Sebut Tren Penggunaan Teknologi AI Generatif Meningkat Tahun Depan
Seleris menggunakan AI dan ML untuk membuat keputusan underwriting yang lebih akurat dan konsisten.
“Selain itu, Seleris memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami kepada nasabah tentang proses underwriting dan keputusan yang diambil,” paparnya. (S-4)
Forum diskusi yang mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, serta pelaku industri digelar untuk membahas arah penguatan tata kelola asuransi dan perlindungan nasabah di Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan industri jasa keuangan syariah mencatat pertumbuhan positif sepanjang 2025, termasuk peningkatan aset pada asuransi syariah.
Survei terbaru mengungkap tren yang jelas: keamanan finansial telah menjadi kekhawatiran utama, mengalahkan isu-isu lainnya.
Tekanan geopolitik global yang meningkat berdampak pada naiknya volatilitas di pasar keuangan, baik global maupun domestik.
Rendahnya tingkat kepemilikan asuransi tersebut menegaskan pentingnya peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat.
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Holding BUMN IFG yang bergerak di bidang asuransi, penjaminan, dan investasi, memperkuat kualitas layanan kepada pemegang polis.
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
Tren Pertumbuhan Positif Asuransi Kesehatan pada 2026
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.
Situasi ini mendorong berbagai pihak di sektor jasa keuangan untuk merespons tantangan akses perlindungan kesehatan.
Indonesia membutuhkan sistem kesehatan yang berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan kapital.
Selebritas sekaligus penyintas kanker Shahnaz Haque berbagi pengalaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved