Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Biaya Layanan Kesehatan Kian Tinggi, Perlindungan Medis Jadi Tantangan

Despian Nurhidayat
21/12/2025 14:08
Biaya Layanan Kesehatan Kian Tinggi, Perlindungan Medis Jadi Tantangan
Ilustrasi.(freepik.com)

KENAIKAN biaya layanan kesehatan semakin dirasakan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Harga obat-obatan, tarif rawat inap, hingga tindakan medis terus mengalami penyesuaian dan cenderung melampaui laju inflasi umum. Kondisi ini membuat kebutuhan perlindungan kesehatan menjadi semakin penting, namun di sisi lain justru kian sulit dijangkau oleh sebagian rumah tangga.

Laporan Global Medical Trends 2026 mencatat tren kenaikan biaya medis global berada di atas 10 persen per tahun, dengan kawasan Asia Pasifik diproyeksikan mengalami lonjakan lebih tinggi dibanding rata-rata dunia. Ketidakpastian tersebut berdampak pada perencanaan keuangan masyarakat, terutama ketika kebutuhan medis muncul secara mendadak di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Situasi ini mendorong berbagai pihak di sektor jasa keuangan untuk merespons tantangan akses perlindungan kesehatan. Salah satunya dilakukan oleh PT Avrist Assurance, perusahaan asuransi jiwa yang telah beroperasi lebih dari lima dekade di Indonesia, dengan memperkenalkan produk perlindungan kesehatan terbaru yang dipasarkan melalui jalur keagenan. Produk ini menawarkan perlindungan kesehatan jangka panjang hingga usia lanjut, dengan cakupan penggunaan di dalam maupun luar negeri.

Direktur Keuangan Avrist Assurance, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa dinamika biaya medis yang terus meningkat turut memengaruhi cara masyarakat mengambil keputusan finansial. 

"Perlindungan kesehatan perlu dirancang agar dapat membantu mengurangi tekanan keuangan rumah tangga, khususnya ketika berhadapan dengan risiko kesehatan yang tidak terduga," ujar Agus.

Selain manfaat rawat inap, pembedahan, dan rawat jalan, produk tersebut juga dilengkapi fitur pengembalian premi tahunan apabila tidak terjadi klaim selama masa perlindungan, serta fasilitas pemeriksaan kesehatan berkala. Pendekatan ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan perlindungan risiko dan insentif bagi gaya hidup sehat.

Direktur Bisnis Avrist Assurance, Aldi Rinaldi, mengatakan kesehatan merupakan aset jangka panjang yang sering kali baru disadari nilainya ketika biaya pengobatan sudah meningkat. Ia menekankan pentingnya mendorong masyarakat untuk merencanakan perlindungan kesehatan sejak dini, seiring dengan meningkatnya beban biaya medis.

Layanan tambahan seperti medical second opinion dan evakuasi medis disiapkan untuk memberikan kepastian dalam pengambilan keputusan perawatan, termasuk bagi pasien yang membutuhkan rujukan pengobatan di luar negeri.

Di tengah tren kenaikan biaya kesehatan dan premi asuransi, kehadiran berbagai skema perlindungan baru mencerminkan upaya industri asuransi untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat. Tantangan ke depan tetap terletak pada bagaimana perlindungan kesehatan dapat diakses lebih luas, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat di berbagai lapisan ekonomi. (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik