Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

AI jadi Kunci Tutup Kesenjangan Layanan Kesehatan Indonesia

Naufal Zuhdi
14/1/2026 23:52
AI jadi Kunci Tutup Kesenjangan Layanan Kesehatan Indonesia
Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia.(MI/Naufal Zuhdi)

INFLASI biaya medis yang terus meningkat menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan Indonesia. Sejumlah sumber mencatat inflasi biaya medis pada 2025 mencapai 19,8%, jauh di atas rata-rata negara Asia yang berada di kisaran 13,2%. Kondisi tersebut mendorong kenaikan premi asuransi kesehatan secara signifikan dan memperbesar risiko keterbatasan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Perusahaan manajemen medis global, Medix, menilai pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi menjadi kunci penting untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk Perspektif Medix tentang Lanskap Kesehatan Indonesia dan Bagaimana AI Mendefinisikan Ulang Layanan Kesehatan, di Jakarta, Selasa (14/1).

Founder dan CEO Medix Global Sigal Atzmon menyatakan, AI berperan strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus menekan laju inflasi biaya medis.

"AI membuka peluang besar untuk memastikan layanan kesehatan yang lebih personal, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keberlanjutan sistem kesehatan nasional," ujarnya.

Sigal memandang, Indonesia merupakan salah satu pasar kesehatan terpenting di Asia Tenggara. Meski memiliki potensi ekonomi yang besar, sistem kesehatan nasional masih menghadapi tantangan ketimpangan akses, keterbatasan tenaga kesehatan, hingga kurangnya transparansi dan keseragaman data.

Di sisi regulasi, langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui penerapan skema co-pay dan kewajiban dewan penasihat kesehatan bagi perusahaan asuransi dinilai sebagai upaya memperkuat tata kelola industri asuransi kesehatan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlanjutan industri.

Medix mencatat, pemanfaatan AI dan analitik data yang terintegrasi dengan keahlian medis mampu menurunkan risiko kesalahan diagnosis serta meningkatkan akurasi pengambilan keputusan klinis. Sejak beroperasi di Indonesia, Medix mengklaim berhasil membantu 20,3% anggotanya menghindari biaya medis yang tidak perlu dan memberikan rencana perawatan yang lebih tepat dan personal.

Di kesempatan yang sama, Chief Business Officer Medix Global Jonathan Sternberg menegaskan, transformasi layanan kesehatan harus bergeser dari sekadar efisiensi biaya menuju pemberdayaan pasien.

"Solusi berbasis AI dan data dapat membangun kepercayaan, meningkatkan transparansi, dan memperkuat layanan kesehatan di dalam negeri, sehingga mengurangi kebutuhan berobat ke luar negeri," katanya.

Ke depan, Medix menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, dan industri asuransi guna mendorong sistem kesehatan Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing jangka panjang. (Fal/E-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik