Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR komoditas logam mulia dikejutkan oleh koreksi harga yang sangat signifikan pada akhir Januari 2026. Setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High), harga emas hari ini dan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau anjlok parah hingga Rp260.000 per gram dalam satu hari perdagangan.
Per Sabtu (31/1) harga emas Antam terjun bebas ke level Rp2.860.000 per gram dari posisi sebelumnya yang berada di atas Rp3,1 juta. Fenomena ini tidak berdiri sendiri, melainkan respons langsung terhadap gejolak pasar global. Sebagai Editor Ekonomi, kami merangkum data dan analisis mendalam mengenai faktor fundamental yang menjadi "biang kerok" penurunan ini.
Data perbandingan harga dasar emas batangan Antam sebelum dan sesudah koreksi tajam.
| Berat | Harga Kemarin (30 Jan) | Harga Hari Ini (31 Jan) | Selisih (Drop) |
|---|---|---|---|
| 1 Gram | Rp3.120.000 | Rp2.860.000 | ▼ Rp260.000 |
| 5 Gram | Rp15.375.000 | Rp14.075.000 | ▼ Rp1.300.000 |
| 10 Gram | Rp30.695.000 | Rp28.095.000 | ▼ Rp2.600.000 |
| Buyback | Rp2.939.000 | Rp2.654.000 | ▼ Rp285.000 |
*Harga belum termasuk pajak PPh 0,25% (dengan NPWP).
Berikut 5 penyebab utama jatuhnya harga emas hari ini yang wajib diketahui oleh para investor:
Penyebab paling dominan dari penurunan harga emas global yang menyeret harga domestik adalah sentimen politik-ekonomi dari Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump baru saja menominasikan Kevin Warsh sebagai kandidat kuat Ketua Federal Reserve (The Fed) berikutnya.
Pasar merespons positif pencalonan Warsh, yang dianggap mampu menjaga independensi bank sentral sekaligus membawa stabilitas kebijakan moneter. Hal ini meredakan ketakutan investor (fear factor) yang sebelumnya membuat mereka memburu emas sebagai aset lindung nilai (safe haven). Ketika kecemasan mereda, emas cenderung ditinggalkan.
Hukum besi emas berlaku: Gold is priced in Dollars. Ketika Mata Uang Dolar AS menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan global menurun.
Data menunjukkan Indeks Dolar AS (DXY) mengalami rebound signifikan sebesar 0,7% setelah sempat menyentuh titik terendah. Penguatan Dolar ini didorong oleh optimisme pasar terhadap ekonomi AS, yang secara otomatis menekan harga komoditas berdenominasi dolar seperti emas hingga anjlok hampir 9% di pasar spot dunia.
Secara teknikal, pasar emas sudah mengalami kondisi overbought (jenuh beli) setelah reli panjang tanpa henti di awal Januari 2026. Para investor institusi dan ritel memanfaatkan momen rekor tertinggi kemarin untuk melakukan aksi jual massal demi merealisasikan keuntungan (cashing out).
Tekanan jual yang masif dalam waktu singkat ini menyebabkan efek bola salju, di mana harga yang mulai turun memicu perintah stop-loss otomatis pada sistem trading, memperdalam koreksi harga.
Emas adalah barometer ketakutan. Sebelumnya, harga emas terdongkrak oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan tarif dagang AS. Namun, sinyal stabilitas politik di Washington pasca-pengumuman calon Ketua The Fed memberikan angin segar bagi aset berisiko (risk-on assets) seperti saham.
Investor mulai mengalihkan dana mereka dari aset defensif (emas) kembali ke pasar ekuitas dan obligasi yang menawarkan imbal hasil (yield), membuat kilau emas meredup seketika.
Kekhawatiran akan resesi AS yang sempat mencuat perlahan tertutup oleh rilis data ekonomi yang masih menunjukkan ketahanan. Jika ekonomi AS kuat, The Fed memiliki ruang lebih besar untuk mempertahankan suku bunga atau tidak memangkasnya seagresif perkiraan pasar. Suku bunga tinggi adalah musuh alami emas (aset tanpa bunga), karena meningkatkan opportunity cost memegang logam mulia.
Bagi investor domestik, harga emas turun ini juga sedikit tertahan oleh pelemahan Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS. Jika Rupiah menguat tajam, harga emas lokal bisa turun lebih dalam lagi. Namun, dengan posisi Dolar yang sedang bullish, penurunan harga emas di Indonesia murni didorong oleh jatuhnya harga spot emas dunia.
Rekomendasi Editor: Koreksi tajam ini bisa menjadi pedang bermata dua. Bagi investor jangka panjang, penurunan Rp260.000/gram adalah diskon besar dan momentum buy on dip (beli saat harga bawah) yang langka. Namun, bagi trader jangka pendek, disarankan untuk wait and see hingga volatilitas pasar mereda dan terbentuk level support baru. (Gold SpotZ-10)
Mengapa harga emas dunia fluktuatif di 2026? Simak analisis faktor penggerak utama mulai dari Suku Bunga The Fed, Geopolitik, hingga kurs Dolar AS.
Harga emas Antam hari ini, Sabtu 31 Januari 2026, mengalami koreksi yang sangat dalam.
Harga emas di pasar Eropa (Spot Euro) meroket tajam ke level €172/gram atau setara Rp2,8 juta pada 30 Januari 2026. Simak pemicu utamanya.
Bingung hukum investasi emas digital? Simak penjelasan Fatwa MUI terbaru 2026, panduan syarat transaksi halal, dan perbedaan pendapat ulama.
Panduan praktis cara beli emas digital di Pegadaian, Marketplace, dan Bank. Investasi aman mulai Rp10 ribu, bisa cetak fisik kapan saja.
pajak jual emas 2026, pph 22 emas, potongan buyback antam, hitung pajak emas, aturan jual emas 10 juta, npwp nik emas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved