Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, turut buka suara terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot pada pagi hari ini.
Dia menegaskan bahwa merosotnya IHSG ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola dan transparansi pasar keuangan nasional. Menurut Dian, koreksi pasar yang terjadi tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.
“Saya melihat ini justru momentum yang tepat untuk memperbaiki governance dan transparansi, serta kembali melihat fundamental ekonomi kita. Secara fundamental, ekonomi Indonesia masih baik-baik saja,” ujar Dian saat ditemui, Kamis (29/1).
Ia mengakui adanya perlambatan ekonomi, namun kondisi tersebut bersifat global dan dialami hampir semua negara. Jika dibandingkan dengan negara lain, perekonomian Indonesia dinilai masih relatif resilien.
“Memang ada perlambatan, tapi kalau kita bandingkan dengan global, semua terdampak. Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pasar keuangan biasanya akan mengikuti fundamental, sehingga tekanan ini lebih bersifat temporary shock,” jelasnya.
Dian juga menekankan pentingnya respons cepat otoritas dalam meredam volatilitas pasar. Ia menilai langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang berkoordinasi dan berkomunikasi dengan MSCI sebagai sinyal positif bagi pasar.
“Respons pemerintah dan otoritas sangat penting. Kita lihat sudah ada pernyataan resmi dari OJK, KSEI, dan BEI, dan pasar pun mulai rebound. Ini dinamika yang wajar di pasar keuangan,” tandasnya. (Fal/I-1)
OJK dan BEI mengajukan proposal penyesuaian kepada MSCI terkait transparansi free float saham. Aturan free float minimum 15 persen juga segera diterbitkan.
OJK menegaskan akan memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar modal Indonesia. Hal itu sejalan dengan berbagai persyaratan yang disampaikan oleh MSCI
OJK dan BEI resmi menaikkan batas free float saham menjadi 15% mulai Februari 2026. Emiten yang gagal memenuhi aturan ini terancam exit policy dari bursa.
OJK menyatakan menerima penjelasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia.
Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak bisa dibaca semata-mata sebagai gejala ekonomi makro yang runtuh, melainkan sebagai sinyal melemahnya kepercayaan pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved