Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina, turut buka suara terkait dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot pada pagi hari ini.
Dia menegaskan bahwa merosotnya IHSG ini harus dimaknai sebagai momentum untuk memperbaiki tata kelola dan transparansi pasar keuangan nasional. Menurut Dian, koreksi pasar yang terjadi tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi Indonesia.
“Saya melihat ini justru momentum yang tepat untuk memperbaiki governance dan transparansi, serta kembali melihat fundamental ekonomi kita. Secara fundamental, ekonomi Indonesia masih baik-baik saja,” ujar Dian saat ditemui, Kamis (29/1).
Ia mengakui adanya perlambatan ekonomi, namun kondisi tersebut bersifat global dan dialami hampir semua negara. Jika dibandingkan dengan negara lain, perekonomian Indonesia dinilai masih relatif resilien.
“Memang ada perlambatan, tapi kalau kita bandingkan dengan global, semua terdampak. Fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Pasar keuangan biasanya akan mengikuti fundamental, sehingga tekanan ini lebih bersifat temporary shock,” jelasnya.
Dian juga menekankan pentingnya respons cepat otoritas dalam meredam volatilitas pasar. Ia menilai langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang berkoordinasi dan berkomunikasi dengan MSCI sebagai sinyal positif bagi pasar.
“Respons pemerintah dan otoritas sangat penting. Kita lihat sudah ada pernyataan resmi dari OJK, KSEI, dan BEI, dan pasar pun mulai rebound. Ini dinamika yang wajar di pasar keuangan,” tandasnya. (Fal/I-1)
Ketidaksinkronan antara data administratif dan realitas pasar ini menjadi salah satu alasan mengapa lembaga internasional mulai mempertanyakan kredibilitas tata kelola ekonomi nasional.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved