Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR modal Indonesia dikejutkan oleh hasil tinjauan berkala (Quarterly Index Review) MSCI periode Februari 2026. Berbeda dengan periode sebelumnya, rebalancing kali ini berlangsung di bawah kebijakan pembekuan (freeze) yang diterapkan MSCI terhadap emiten asal Indonesia sejak akhir Januari 2026.
Kebijakan ini diambil MSCI sebagai respons atas kekhawatiran investor global terkait transparansi data free float dan integritas pembentukan harga di Bursa Efek Indonesia (BEI). Akibatnya, tidak ada penambahan saham baru (inclusion) maupun migrasi naik (upward migration) dalam tinjauan kali ini.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 10 Februari 2026, berikut adalah rincian perubahan saham Indonesia di berbagai kategori indeks:
| Kategori Indeks | Saham Masuk (Inclusion) | Saham Keluar (Exclusion) |
|---|---|---|
| MSCI Global Standard Index | - (Nihil) | PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) |
| MSCI Small Cap Index | PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) | PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) |
| MSCI Micro Cap Index | - (Nihil) | - (Nihil) |
Perubahan paling mencolok adalah didepaknya PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dari indeks bergengsi Global Standard. Emiten konsumsi raksasa milik Grup Salim ini mengalami degradasi status menjadi konstituen indeks Small Cap karena kapitalisasi pasarnya yang kini berada di bawah ambang batas kategori besar.
Sementara itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) harus rela keluar sepenuhnya dari radar indeks MSCI global. Penghapusan ini diprediksi akan memicu aksi jual oleh manajer investasi mancanegara yang mengelola dana indeks pasif (passive funds).
Informasi Penting: Investor perlu mewaspadai potensi volatilitas harga pada saham-saham di atas menjelang penutupan perdagangan 27 Februari 2026, saat manajer investasi global melakukan penyesuaian portofolio (rebalancing).
Meskipun terjadi gejolak, MSCI juga merilis daftar 10 saham dengan bobot terbesar dalam indeks Indonesia per akhir Januari 2026. Menariknya, terdapat pendatang baru di daftar elit ini:
Kebijakan freeze dan hasil rebalancing ini menjadi alarm keras bagi otoritas pasar modal. MSCI bahkan memberikan peringatan terkait potensi penurunan status Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market jika reformasi transparansi tidak segera dituntaskan hingga Mei 2026.
Analis memprediksi akan ada potensi aliran modal keluar (outflow) senilai miliaran Rupiah pada akhir Februari. Investor disarankan untuk tetap memantau kebijakan Bursa Efek Indonesia dalam meningkatkan kualitas data free float demi menjaga kepercayaan investor asing.
Seluruh perubahan akan diimplementasikan setelah penutupan perdagangan pada 27 Februari 2026 dan efektif mulai perdagangan 2 Maret 2026.
INDF mengalami penurunan kapitalisasi pasar di bawah kriteria minimum kategori Standard, sehingga dipindahkan ke kategori Small Cap dalam tinjauan berkala ini.
Saham yang keluar biasanya mengalami tekanan jual jangka pendek karena dana indeks pasif global wajib melepas kepemilikan saham tersebut untuk menyesuaikan dengan komposisi indeks terbaru. (Z-10)
Saham IHSG anjlok hingga 8 persen usai MSCI menunda rebalancing. Ekonom menilai panic selling hanya sementara dan pasar berpotensi rebound pekan depan.
MSCI berlakukan 'Interim Freeze' untuk saham Indonesia pada rebalancing Februari 2026. PANI & BUMI batal masuk indeks, IHSG terancam turun ke Frontier Market.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Pendaftaran calon pengganti anggota dewan komisioner (ADK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi dibuka, Rabu (11/2). Ini syaratnya!
Pandu menilai Hong Kong berhasil membangun pasar modal yang dalam, likuid, dan kredibel, bahkan mencatat rekor global jumlah IPO pada tahun lalu.
Mensesneg Prasetyo Hadi berharap panitia seleksi mampu menjaring pimpinan OJK yang kompeten dan memahami ekosistem jasa keuangan demi menjaga stabilitas pasar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved