Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyatakan menerima penjelasan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham di pasar modal Indonesia. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebut pihaknya melihat lembaga tersebut tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global.
“Itu menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sangat potensial dan investable bagi investor internasional,” kata Mahendra dalam konferensi pers di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (29/1).
Menyikapi hal tersebut, OJK melakukan beberapa langkah. Pertama, menindaklanjuti proposal ataupun penyesuaian yang telah dilakukan oleh BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang telah dipublikasikan.
“Saat ini sedang dipelajari oleh MSCI, apakah sudah sesuai dengan yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Penyesuaian itu antara lain mengecualikan investor dalam kategori corporate dan others dalam perhitungan free float, serta mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori kepemilikan.
“Penyesuaian tersebut sedang dikaji lebih jauh oleh MSCI. Apa pun respons dari MSCI terhadap hal itu, kami akan memastikan penyesuaian lanjutan, jika diperlukan, dilaksanakan hingga final sehingga sesuai dengan yang dimaksudkan oleh MSCI,” tegas Mahendra.
Kedua, OJK juga merespons permintaan MSCI terkait penyediaan informasi mengenai kepemilikan saham di bawah 5%. Informasi tersebut disertai dengan kategori investor serta struktur kepemilikannya.
“Kami berkomitmen akan melaksanakannya sesuai dengan best practice internasional. Ini merupakan permintaan tambahan, dan kami akan memastikan seluruhnya memenuhi standar best practice internasional,” ungkap Mahendra.
Ketiga, Self-Regulatory Organizations (SRO) akan menerbitkan aturan mengenai free float minimal 15% yang akan dilakukan dalam waktu dekat dengan prinsip transparansi yang baik.
“Bagi emiten atau perusahaan publik yang dalam jangka waktu tertentu—yang akan ditetapkan dalam pengaturan tersebut—tidak dapat memenuhinya, maka akan diberikan exit policy melalui proses pengawasan yang baik,” jelasnya.
Di sisi lain, OJK juga memahami rencana pemerintah yang akan menerbitkan peraturan terkait demutualisasi bursa pada kuartal pertama tahun ini. (Ifa/I-1)
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
BUMI awal 2026 krusial, CIC tinggal 2,81% usai divestasi, free float 41,31% dongkrak likuiditas. Target 330-344, stop loss 250; volume kunci. Waspadai koreksi MSCI!!
Ekonom LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 4,75% di tengah inflasi di atas 3% dan pelemahan rupiah ke Rp16.884 per dolar AS.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 10 Februari 2026, berikut adalah rincian perubahan saham Indonesia di berbagai kategori indeks.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved