Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM ADMR, ADRO, dan AADI menjadi perhatian besar investor pasar modal Indonesia karena kinerjanya di sektor energi dan pertambangan. Namun, di balik pergerakan harga saham tersebut, terdapat konglomerat dan kelompok usaha besar yang menjadi pengendali utama.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap siapa pemilik dan konglomerat di balik ADMR, ADRO, dan AADI, serta bagaimana keterkaitan ketiganya dalam satu grup usaha.
Ketiga emiten ini berasal dari satu ekosistem bisnis yang sama, yaitu Grup Adaro/Alamtri, dengan fokus usaha yang berbeda:
1. ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk)
Holding utama bisnis energi dan pertambangan.
2. ADMR (PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk)
Fokus pada pertambangan mineral dan metalurgi.
3. AADI (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk)
Fokus pada batu bara termal setelah proses spin-off.
ADRO merupakan perusahaan induk dan pusat kendali grup.
Pemegang Saham Pengendali ADRO
Nama yang paling menonjol adalah Garibaldi “Boy” Thohir, pengusaha nasional yang dikenal luas di sektor energi, infrastruktur, dan keuangan. Bersama mitra strategis seperti Edwin Soeryadjaya, Boy Thohir menjadi figur sentral dalam pengendalian ADRO.
ADMR adalah anak usaha ADRO yang bergerak di sektor mineral.
Struktur Kepemilikan ADMR
Karena ADRO adalah pemegang saham mayoritas, maka pengendali ADMR secara tidak langsung adalah konglomerat yang sama dengan ADRO, yaitu:
Kelompok investor strategis Adaro/Alamtri
Kesimpulan: ADMR tidak berdiri sendiri; kendalinya tetap berada di lingkaran Grup Adaro.
AADI merupakan entitas hasil spin-off yang fokus pada batu bara termal.
Pemegang Saham Utama AADI
Meskipun saham AADI sudah tersebar di publik, kendali utama tetap berada di tangan kelompok Adaro, yang dipimpin oleh Boy Thohir melalui berbagai entitas investasi.
Hubungan ADMR, ADRO, dan AADI
Ketiga saham ini memiliki hubungan erat:
Secara strategis, grup ini memisahkan lini bisnis untuk meningkatkan fokus, efisiensi, dan nilai perusahaan.
| Emiten | Konglomerat / Pengendali Utama |
|---|---|
| ADRO | Garibaldi “Boy” Thohir & mitra strategis |
| ADMR | Dikendalikan ADRO → Boy Thohir Group |
| AADI | Adaro Strategic Investments & Boy Thohir |
Garibaldi “Boy” Thohir adalah figur kunci di balik kepemilikan saham ADMR, ADRO, dan AADI.
Ketiga emiten berada dalam satu ekosistem bisnis Adaro Group/Alamtri.
Struktur kepemilikan dibuat berlapis (holding, anak usaha, spin-off) untuk mendukung strategi jangka panjang grup.
Bagi investor, memahami siapa konglomerat di balik sebuah saham sangat penting untuk menilai arah bisnis, stabilitas manajemen, dan visi jangka panjang perusahaan. (Komunitas Trading Sat Set Cuan/Z-10)
Bursa Asia rontok setelah IRGC ancam harga minyak tembus US$200. Nikkei dan KOSPI anjlok di atas 7% akibat kekhawatiran inflasi global pasca serangan AS-Israel ke Iran.
Bursa saham Australia dan AS anjlok tajam pagi ini setelah harga minyak dunia meroket melampaui US$100 per barel
Iran, produsen terbesar ketiga di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memompa sekitar 4,5% dari pasokan minyak global.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Pasar saham Indonesia, meskipun dibayangi penurunan IHSG sebesar 1,44% pada Kamis, 26 Februari 2026, tetap menyuguhkan kejutan.
Tahun 2026 diproyeksikan menjadi momentum pemulihan pasar saham Indonesia seiring membaiknya pertumbuhan laba emiten.
IHSG crash 7,34% pada 28 Januari 2026 usai MSCI bekukan perubahan indeks saham Indonesia. Simak penyebab, analisis dampak, dan definisi MSCI di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved