Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Pengembang Asal Emirat Arab Investasi Rp4 Triliun di IKN

Ihfa Firdausya
26/1/2026 13:56
Pengembang Asal Emirat Arab Investasi Rp4 Triliun di IKN
Ilustrasi(Antara)

Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN). Perusahaan yang berfokus pada infrastruktur dan real estat itu akan terlibat dalam pengembangan kawasan terpadu (mixed-use) di IKN. Penandatanganan kerja sama telah dilakukan oleh Chairman Ayedh Dejem Group Syeikh Ayedh Dejem dan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso, Jumat (23/1). 

“Perekonomian Indonesia tumbuh signifikan. Insya Allah ekonomi (di IKN) tumbuh pesat, sehingga membutuhkan proyek yang besar untuk memenuhi kebutuhan,” ungkap Chairman Ayedh Dejem Group dalam keterangan yang dikutip, Senin (26/1).

Kerja sama tersebut mencakup pemanfaatan lahan seluas 9,7 hektare di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Ia terletak di posisi strategis tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika. Di lokasi itu, Ayedh Dejem Group akan mengembangkan kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan (shopping mall), serta fasilitas ibadah berupa masjid. Terkait komitmen tersebut, Syeikh Ayedh Dejem menegaskan keyakinannya berdasarkan latar belakang kekuatan ekonomi kedua belah pihak.

“Bidang kami adalah pengembang real estat. Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” tambahnya.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menyambut positif tuntasnya kesepakatan alokasi lahan strategis tersebut. Ia merincikan estimasi nilai investasi serta tahapan pra-konstruksi yang akan dilaksanakan.

“Perkiraan nilai investasi sebesar kurang lebih Rp4 triliun yang akan diawali dengan perencanaan melalui pendetilan di perencanaan. Kemudian proses perizinan dan juga proses pelelangan kontraktor selama kurang lebih selambat-lambatnya satu setengah tahun sejak tanggal penandatangan perjanjian,” tambahnya.

Sesuai dengan tahapan tersebut, pembangunan konstruksi fisik segera dimulai pada pertengahan 2027 dan terus berlangsung secara berkelanjutan hingga lima selanjutnya.

Realisasi investasi ini merupakan buah dari proses panjang dan komitmen serius kedua belah pihak. Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan di Nusantara dan menandatangani Non-Disclosure Agreement (NDA) pada 8 Mei 2025 lalu. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya