Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Iran Beri Peringatan Keras, Ancam Sasar Tempat Persembunyian Tentara Amerika dan Peluncur Roket di Emirat Arab

Haufan Hasyim Salengke
15/3/2026 13:23
Iran Beri Peringatan Keras, Ancam Sasar Tempat Persembunyian Tentara Amerika dan Peluncur Roket di Emirat Arab
ilutrasi.(Tasnim News Agency)

MARKAS Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengumumkan rencana untuk menargetkan lokasi peluncuran rudal musuh yang berada di sejumlah kota di Emirat Arab. Peringatan ini muncul sebagai respons atas dugaan penggunaan wilayah sipil negara itu oleh pasukan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang kedaulatan Iran.

Juru bicara militer Iran menyatakan bahwa pasukan AS diduga telah meluncurkan serangan rudal ke Pulau Abu Musa dan sebagian Pulau Khark milik Iran. Menurut pihak Teheran, pasukan AS menggunakan pelabuhan, dermaga, serta area tersembunyi di dalam kota-kota di UEA sebagai tempat perlindungan dan persembunyian setelah pangkalan militer utama mereka di kawasan tersebut hancur.

Dalam pesan resminya kepada pemimpin Emirat Arab pada Sabtu (14/3), Iran menegaskan bahwa serangan balasan ke lokasi-lokasi peluncuran rudal tersebut adalah "hak sah" dalam mempertahankan kedaulatan nasional. Iran mengeklaim wilayah pelabuhan dan dermaga yang digunakan personel militer AS kini menjadi target militer potensial.

Juru bicara Pusat Khatam al-Anbiya mengimbau penduduk yang berada di pusat permukiman untuk segera menjauhi area pelabuhan, dermaga, dan tempat persembunyian pasukan AS guna menghindari dampak yang tidak diinginkan.

Konfrontasi ini merupakan kelanjutan dari eskalasi besar yang pecah sejak akhir Februari lalu, yang dipicu oleh serangan udara AS-Israel terhadap sejumlah lokasi militer dan sipil di Iran. Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran terus melancarkan operasi retaliasi menggunakan gelombang rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan posisi AS dan Israel di berbagai pangkalan regional.

Hingga saat ini, situasi di kota-kota besar Emirat Arab dilaporkan dalam pengawasan ketat seiring dengan meningkatnya ancaman serangan lintas batas yang melibatkan persenjataan jarak jauh.(Tasnim/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya