Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Pemerintah Kaji Bebas Visa ke Emirat Arab

Andhika Prasetyo
11/2/2026 12:27
Pemerintah Kaji Bebas Visa ke Emirat Arab
ilustrasi(Anadolu)

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra membuka peluang kajian pembebasan visa secara timbal balik serta penguatan kerja sama penerbangan antara Indonesia dan Emirat Arab (EA). Langkah ini dipandang penting untuk mendukung peningkatan layanan jamaah umrah serta mobilitas masyarakat kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Yusril dalam pertemuan bilateral dengan Abdulla Salem Aldhahheri, Duta Besar EA untuk Indonesia, di Jakarta, Selasa (10/2), sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Di sektor keimigrasian dan transportasi udara, Yusril menyambut positif meningkatnya arus perjalanan antara Indonesia dan EA. Ia juga mengapresiasi kerja sama yang selama ini terjalin, khususnya di bidang perdagangan serta energi minyak dan gas, seraya menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya penguatan kemitraan bilateral di sektor-sektor strategis.

“Pembentukan Danantara sebagai lembaga investasi pemerintah serta kerja sama dengan Dubai Fund diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Yusril.

Ia menambahkan, potensi kerja sama Indonesia-EA masih terbuka luas, termasuk di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan kesehatan. Yusril juga mengapresiasi dukungan EA dalam pembangunan masjid dan fasilitas kesehatan, serta berharap kolaborasi di sektor kedokteran dapat ditingkatkan guna mengatasi keterbatasan tenaga medis dan rumah sakit berteknologi tinggi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Dubes EA Abdulla Salem Aldhahheri mengungkapkan bahwa Etihad Airways tengah merencanakan pembukaan rute penerbangan langsung Abu Dhabi-Medan dan Abu Dhabi-Surabaya. Sementara itu, Emirates Airlines disebut sedang mengurus perizinan pengoperasian pesawat berbadan lebar untuk meningkatkan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

Ia menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia-EA terus menunjukkan perkembangan signifikan. Presiden RI telah tiga kali melakukan kunjungan ke EA, dan kedua negara baru-baru ini memperingati 50 tahun hubungan diplomatik, dengan rencana kunjungan Presiden EA ke Indonesia dalam waktu mendatang.

“Kerja sama yang sebelumnya terfokus pada sektor tradisional seperti pelabuhan dan minyak kini telah berkembang ke sektor strategis, antara lain energi terbarukan, pertahanan, kesehatan, dan pendidikan,” ujar Aldhahheri.

Ia mencontohkan sejumlah proyek konkret, seperti pendirian rumah sakit jantung di Solo, pengembangan pusat studi mangrove di Bali, serta kerja sama pendidikan antara Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan Universitas Zayed di bidang humaniora. Menurutnya, kolaborasi tersebut berpotensi membuka lapangan kerja sekaligus mendorong alih pengetahuan.

Selain itu, Aldhahheri mengapresiasi kemudahan layanan keimigrasian bagi warga negara EA yang jumlahnya terus meningkat. Meski demikian, ia menilai masih terdapat ruang penguatan kerja sama, termasuk di sektor panas bumi bersama PT Pertamina (Persero) Tbk., yang hingga kini belum sepenuhnya bersifat bilateral. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya