Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Sempat Hampir Rp17.000, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 

Media Indonesia
21/1/2026 16:48
Sempat Hampir Rp17.000, Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat 
: Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru( ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.)

NILAI tukar rupiah menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya hampir Rp17.000 per dolar AS. Penguatan itu terjadi saat penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026. 

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva menyebut bahwa nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini cenderung stabil dengan kecenderungan fluktuatif terbatas.

"Seiring pasar masih bersikap wait and see terhadap perkembangan sentimen global dan domestik," ujar dia.

Ia mengatakan penguatan rupiah disebabkan karena penyesuaian setelah tertekan beberapa hari terakhir. Tetapi, ia menyebut bahwa penguatan rupiah masih terbatas akibat kehati-hatian pasar.

Dari aspek global, ia menjelaskan bahwa sentimen utama dampak dari dinamika hubungan Amerika Serikat dan Eropa terutama soal kebijakan perdagangan dan potensi tarif tambahan.

Ketegangan itu disebut mendorong volatilitas di pasar valuta asing karena ketidakpastian global.

Sementara itu, dolar AS masih mendapat dukungan dari  suku bunga The Fed. Nilai dolar AS diperkirakan bertahan di level tinggi untuk waktu lebih lama meskipun ada tekanan dari perlambatan global.

"Kondisi ini membuat aliran dana global cenderung bergerak dinamis antara aset safe heaven dan emerging markets  termasuk Indonesia," papar dia. (Ant/H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya