Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur. Melalui kolaborasi ini, pengguna Makmur kini dapat berinvestasi tidak hanya pada reksa dana, tetapi juga saham, dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, aman, dan mudah diakses.
Kerja sama ini menyatukan keahlian OCBC Sekuritas sebagai pelaku pasar modal berpengalaman dengan pendekatan business-to-business (B2B) yang terintegrasi dengan mitra kelembagaan, serta kekuatan Makmur sebagai platform investasi digital yang berfokus pada kemudahan penggunaan, transparansi, dan keamanan transaksi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan investasi saham ke segmen masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia.
Peresmian kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang berlangsung pada 13 Januari 2026 di kantor OCBC Sekuritas, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, dan Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan.
OCBC Sekuritas menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem investasi yang inovatif dan efisien melalui pendekatan kemitraan. Sebagai bagian dari grup OCBC Bank Singapura, salah satu kelompok layanan keuangan terbesar di Asia Tenggara, OCBC Sekuritas memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi investasi pasar modal bagi nasabah individu, korporasi, hingga institusi.
Direktur Utama OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal secara inklusif. “Kami terus bersinergi dengan berbagai pelaku industri untuk mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih besarnya potensi pengembangan investor saham di Indonesia. Hingga November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta, namun investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta.
“Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal yang aktif berinvestasi di saham. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, ruang pertumbuhan investor saham di Indonesia masih sangat terbuka,” jelas Sander.
Ia menambahkan, meskipun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tumbuh 32,46% secara tahunan per November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Oleh karena itu, integrasi fitur saham ke dalam platform Makmur diharapkan dapat memperluas akses sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor saham secara bertahap dan berkelanjutan.
Dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menyampaikan bahwa kehadiran fitur saham merupakan bagian dari komitmen Makmur untuk terus menghadirkan instrumen investasi yang semakin lengkap. Sebagai perusahaan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makmur selama ini dikenal sebagai platform penyedia produk reksa dana terkurasi serta instrumen pasar modal lainnya.
Selain menambah pilihan instrumen, Makmur juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan investor. Platform ini akan dilengkapi dengan berbagai data pendukung, seperti laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga distribusi broker, guna membantu investor memahami dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.
Melalui kemitraan strategis ini, OCBC Sekuritas dan Makmur optimistis dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem investasi nasional yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia secara jangka panjang. (E-3)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin.
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, mendesak Presiden Prabowo untuk mengambil langkah kepemimpinan langsung dalam mereformasi sektor keuangan dan fiskal nasional.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan pada pekan ini (periode 2-6 Februari 2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia masih bergerak fluktuatif pada sesi awal perdagangan Kamis, 5 Februari 2026.
IHSG hari ini Kamis 5 Februari 2026 dibuka menguat 20,63 poin (0,28%) ke level 7.316,21. Cek analisis pergerakan saham dan indeks LQ45 di sini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, diperkirakan bergerak konsolidatif.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.549.194 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,99 miliar lembar saham senilai Rp20,06 triliun.
Saham BUMI berpeluang masuk indeks MSCI Global Standard 2026. Simak analisis transaksi crossing jumbo Rp6,9 triliun dan target harga terbaru di sini.
IHSG hari ini, Kamis 8 Januari 2026, dibuka menguat ke level 8.946 di tengah sentimen global yang variatif. Cek daftar saham top gainers, losers, dan analisis pasar terkini di sini.
Warren Buffett resmi menutup 60 tahun kepemimpinannya di Berkshire Hathaway dengan rekor kenaikan saham 6,1 juta persen. Greg Abel kini memegang kendali atas kas senilai US$381 miliar.
Upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam investasi saham semakin menunjukkan hasil nyata. Hingga akhir Oktober 2025, jumlah investor saham di Indonesia telah mencapai 8 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved