Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Kolaborasi OCBC-Makmur Perluas Akses Pasar Modal

Naufal Zuhdi
17/1/2026 08:59
Kolaborasi OCBC-Makmur Perluas Akses Pasar Modal
OCBC dan Makmur menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham.(OCBC)

PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur. Melalui kolaborasi ini, pengguna Makmur kini dapat berinvestasi tidak hanya pada reksa dana, tetapi juga saham, dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi, aman, dan mudah diakses.

Kerja sama ini menyatukan keahlian OCBC Sekuritas sebagai pelaku pasar modal berpengalaman dengan pendekatan business-to-business (B2B) yang terintegrasi dengan mitra kelembagaan, serta kekuatan Makmur sebagai platform investasi digital yang berfokus pada kemudahan penggunaan, transparansi, dan keamanan transaksi. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan investasi saham ke segmen masyarakat yang lebih luas, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor ritel di pasar modal Indonesia.

Peresmian kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama yang berlangsung pada 13 Januari 2026 di kantor OCBC Sekuritas, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, dan Direktur Utama PT OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan.

OCBC Sekuritas menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem investasi yang inovatif dan efisien melalui pendekatan kemitraan. Sebagai bagian dari grup OCBC Bank Singapura, salah satu kelompok layanan keuangan terbesar di Asia Tenggara, OCBC Sekuritas memiliki rekam jejak panjang dalam menyediakan solusi investasi pasar modal bagi nasabah individu, korporasi, hingga institusi.

Direktur Utama OCBC Sekuritas Indonesia, Betty Goenawan, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk memperluas akses masyarakat terhadap pasar modal secara inklusif. “Kami terus bersinergi dengan berbagai pelaku industri untuk mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi investor,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi, Sander Parawira, menyoroti masih besarnya potensi pengembangan investor saham di Indonesia. Hingga November 2025, jumlah investor pasar modal tercatat sekitar 19,67 juta, namun investor saham dan surat berharga lainnya baru mencapai 8,31 juta.

“Artinya, kurang dari separuh investor pasar modal yang aktif berinvestasi di saham. Dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar, ruang pertumbuhan investor saham di Indonesia masih sangat terbuka,” jelas Sander.

Ia menambahkan, meskipun jumlah investor saham dan surat berharga lainnya tumbuh 32,46% secara tahunan per November 2025, tingkat penetrasinya masih relatif rendah dan terkonsentrasi di Pulau Jawa. Oleh karena itu, integrasi fitur saham ke dalam platform Makmur diharapkan dapat memperluas akses sekaligus mendorong peningkatan partisipasi investor saham secara bertahap dan berkelanjutan.

Dari sisi pengembangan produk, Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menyampaikan bahwa kehadiran fitur saham merupakan bagian dari komitmen Makmur untuk terus menghadirkan instrumen investasi yang semakin lengkap. Sebagai perusahaan jasa keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makmur selama ini dikenal sebagai platform penyedia produk reksa dana terkurasi serta instrumen pasar modal lainnya.

Selain menambah pilihan instrumen, Makmur juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan investor. Platform ini akan dilengkapi dengan berbagai data pendukung, seperti laporan keuangan emiten, ringkasan broker flow, hingga distribusi broker, guna membantu investor memahami dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.

Melalui kemitraan strategis ini, OCBC Sekuritas dan Makmur optimistis dapat berkontribusi dalam membangun ekosistem investasi nasional yang lebih inklusif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan jumlah investor saham di Indonesia secara jangka panjang. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya