Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
EKONOM Universitas Paramadina Wijayanto Samirin memperingatkan Indonesia berpotensi menjadi lahan subur bagi bisnis ilegal apabila praktik pelanggaran hukum terus dibiarkan.
Peringatan tersebut sejalan dengan temuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait puluhan perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal di Indonesia. Sejumlah perusahaan yang sebagian berasal dari Tiongkok disinyalir terlibat dalam praktik penggelapan pajak secara masif serta penyalahgunaan identitas kependudukan.
“Indonesia berpotensi menjadi surga bisnis ilegal. Sementara itu, sektor legal akan semakin terpuruk,” ujar Wijayanto kepada Media Indonesia, Rabu (14/1).
Ia menduga praktik perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal sudah berlangsung cukup lama dan kini skalanya tergolong masif. Menurutnya, kejahatan semacam itu tidak mungkin berjalan tanpa adanya dukungan dari oknum aparat penegak hukum maupun petugas pajak.
“Praktik ilegal itu hanya bisa terjadi jika ada back up, baik dari aparat penegak hukum maupun dari kantor pajak. Jadi persoalannya bukan terletak pada sistem atau kebijakan, melainkan pada manusianya,” tegasnya.
Wijayanto pun menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk melakukan pembersihan menyeluruh terhadap praktik-praktik ilegal tersebut. Meski dalam jangka pendek kebijakan ini berpotensi menimbulkan kontraksi ekonomi, ia menilai dampaknya akan positif dalam jangka menengah dan panjang.
“Dalam jangka panjang, ini justru akan memperkuat perekonomian dan kondisi fiskal Indonesia,” tutupnya.
Secara terpisah, Purbaya mengungkapkan, berdasarkan hasil deteksi awal, terdapat sekitar 40 perusahaan baja yang terindikasi melakukan pelanggaran. Dari jumlah tersebut, dua perusahaan berskala besar akan menjadi prioritas untuk dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dalam waktu dekat.
“Yang baja itu terdeteksi ada 40 perusahaan. Yang dua besar akan kita sidak dalam waktu singkat,” ujar Purbaya di Jakarta, Rabu (14/1).
Diketahui modus operandi yang digunakan antara lain dengan membeli data kartu tanda penduduk (KTP) masyarakat untuk dijadikan identitas perusahaan bayangan, sehingga dapat menghindari kewajiban perpajakan, khususnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Purbaya juga menegaskan pelaku tidak hanya berasal dari luar negeri. Menurutnya, ada perusahaan yang melibatkan pihak asing maupun domestik, sehingga membuka kemungkinan adanya keterlibatan oknum di dalam negeri. (H-3)
Iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan perlu naik setiap dua tahun guna mencegah defisit dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kebijakan debt switching, yakni penukaran tenor surat utang pemerintah dengan instrumen baru yang memiliki jatuh tempo lebih panjang, akan dijalankan pada tahun ini.
KPK menyatakan tengah mencari safe house atau rumah aman lain terkait dengan kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
KPK memeriksa PNS Cholid Mawardi terkait dugaan suap di Direktorat Jenderal Pajak. Lima tersangka sudah ditetapkan, termasuk penerima dan pemberi suap.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap praktik penghindaran pajak berskala besar di sektor perdagangan tekstil.
Profil Cha Eun-woo, aktor "Face Genius" yang tersandung kasus dugaan penggelapan pajak Rp200 miliar. Simak perjalanan karier dan fakta terbarunya.
Fantagio menanggapi dugaan penggelapan pajak Cha Eun Woo senilai lebih dari 20 miliar won. Otoritas pajak Korea menyoroti skema perusahaan keluarga dan struktur pendapatan sang artis.
Cha Eun Woo terseret dugaan penggelapan pajak Rp200 miliar. Sejumlah brand mulai menarik iklan dan menghapus konten promosi sang aktor.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mengambil langkah hukum tegas terhadap puluhan perusahaan baja yang diduga beroperasi secara ilegal di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved