Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu 14 Januari 2026, dibuka menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dolar AS.
Kendati mengalami penguatan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau masih berada dalam tekanan. Meski IHSG mencetak rekor fantastis, mata uang Garuda justru harus parkir di zona merah akibat tingginya permintaan terhadap greenback di pasar global.
Kondisi ini memicu kewaspadaan bagi para pelaku usaha impor dan investor pasar uang. Berikut adalah rincian data kurs rupiah hari ini berdasarkan pantauan pasar spot dan perbankan pada Rabu, 14 Januari 2026..
Tabel Data Kurs Rupiah (Update 14 Januari 2026)
| Sumber/Pasar | Harga Beli | Harga Jual |
|---|---|---|
| Pasar Spot (Pagi) | Rp16.870 | Rp16.880 |
| Kurs Referensi JISDOR (BI) | Rp16.882 (Proyeksi) | |
| BCA (E-Rate) | Rp16.855 | Rp16.895 |
| Bank Mandiri (TT Counter) | Rp16.825 | Rp16.925 |
Analisis: Mengapa Rupiah Melemah Saat IHSG Menguat?
Meskipun pasar saham domestik sedang bergairah (bullish), rupiah mengalami anomali dan tetap tertekan. Analis ekonomi mengidentifikasi beberapa faktor utama:
- Capital Outflow di Pasar Obligasi: Berbeda dengan pasar saham, pasar obligasi (SBN) mencatat aksi jual oleh investor asing yang mencari yield lebih tinggi di instrumen keuangan Amerika Serikat.
- Kekuatan Indeks Dolar (DXY): Indeks Dolar AS bertahan kokoh di atas level 105, dipicu oleh data inflasi AS yang belum melandai sesuai target, sehingga memicu spekulasi bahwa The Fed akan menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut.
- Permintaan Korporasi: Adanya siklus pembayaran dividen dan pelunasan utang luar negeri oleh sejumlah korporasi besar di awal tahun meningkatkan permintaan terhadap dolar AS di pasar domestik.
Jika Rupiah terus menembus level resisten Rp16.900, Bank Indonesia (BI) diprediksi akan melakukan intervensi triple intervention di pasar DNDF, pasar spot, maupun pasar SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Strategis
Bagi pelaku ekspor-impor, disarankan untuk melakukan strategi hedging (lindung nilai) guna memitigasi risiko fluktuasi kurs yang diprediksi masih akan bergerak volatil dalam rentang Rp16.820-Rp16.950 sepanjang minggu ini. (E-3)
