Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Prabowo Menyimak Drama dari Bahlil soal Pembangunan RDMP Balikpapan

Kautsar Widya Prabowo 
12/1/2026 17:21
Prabowo Menyimak Drama dari Bahlil soal Pembangunan RDMP Balikpapan
Menteri ESDM Bahlil.(MGN)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap berbagai drama yang mewarnai pembangunan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Hal ini diungkapkan saat peresmian infrastruktur terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan.

Bahlil menyebut proyek kilang minyak terbesar di Indonesia itu sempat mengalami berbagai hambatan serius. Salah satunya insiden kebakaran yang membuat penyelesaiannya molor dari target awal.

“Proyek RDMP Balikpapan ini, Bapak Presiden, banyak dramanya. Saya harus jujur katakan, seharusnya sudah jadi awal Mei 2024, tapi terjadi kebakaran. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah terbakar karena kecelakaan atau ada faktor lain,” ujar Bahlil dalam sambutannya, di Balikpapan, Kalimatan Timur, Senin (12/1).

Bahlil mengungkapkan, pada Agustus 2024 dirinya langsung memerintahkan tim inspektorat Kementerian ESDM untuk melakukan investigasi mendalam. Hasilnya, ditemukan indikasi adanya kepentingan tertentu yang menghambat penyelesaian proyek strategis nasional tersebut.

“Ternyata barang ini, Pak, ada udang di balik batu. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau Indonesia punya cadangan dan swasembada energi. Maunya impor terus, impor terus. Ini yang harus kita hadapi dan kita selesaikan,” tegas Bahlil.

Di hadapan Presiden Prabowo, Bahlil menegaskan RDMP Balikpapan merupakan proyek vital dengan nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp123 triliun. Proyek ini menjadi RDMP terbesar di Indonesia dan berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Melalui proyek tersebut, kapasitas kilang meningkat signifikan dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Selain itu, kualitas bahan bakar yang dihasilkan telah mendekati standar Euro 5 dan mendukung target Net Zero Emission.

“Dengan RDMP ini, kita bisa menghemat devisa sekitar Rp60 triliun lebih. Karena ada tambahan 100 ribu barel, kita bisa menghasilkan bensin sekitar 5,8 juta kiloliter per tahun,” jelas Bahlil. (Bob/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya