Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH terus menggenjot percepatan rehabilitasi jaringan irigasi pertanian. Hal itu diyakini menjadi fondasi penting untuk swasembada pangan nasional khususnya swasembada beras.
Didukung penguatan infrastruktur air, Kementerian Pertanian menyebut kinerja pangan nasional menunjukkan tren positif. Produksi beras 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton dan stok cadangan beras pemerintah (CBP) diperkirakan menyentuh 3,3 juta ton pada awal 2026.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan, peningkatan kinerja pangan tersebut tidak terlepas dari langkah strategis Kementerian Pertanian dalam memperkuat fondasi produksi secara menyeluruh.
Salah satu fokus utama yang terus didorong adalah penguatan infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi. Hal itu sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
Ia menjelaskan, pengelolaan air yang tepat menjadi faktor krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian. Ketersediaan air irigasi yang terencana dan berkelanjutan memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam, menekan risiko kekeringan pada musim kemarau, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.
“Faktor penentu keberhasilan ada pada peningkatan benih dan pupuk, juga dalam ketersediaan air,” kata Amran Sulaiman dalam keterangan yang dikutip, Senin (5/1).
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Hermanto menyampaikan, sepanjang 2025 pemerintah terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian secara masif dan terintegrasi.
Hal ini dilakukan mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional. Inpres itu ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.
“Dengan adanya Inpres Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah mempercepat perbaikan dan rehabilitasi infrastruktur irigasi pada daerah irigasi yang sekitar 60% kondisinya kurang optimal dalam menyediakan air bagi persawahan,” jelas Hermanto.
Ia menjelaskan, dari target Inpres tahap pertama seluas 280.880 hektare, pemerintah merealisasikan sebesar 99,93%. Untuk tahap kedua ditargetkan sebesar 225.775 hektare dengan capaian meliputi 83,46% pada jaringan irigasi utama; 98,66% pada jaringan irigasi tersier; dan 92,25% pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi air tanah (JIAT).
Sedangkan untuk Inpres pada kegiatan tahap ketiga, dari target luasan 146.503 hektare terealisasi pelaksanaan jaringan irigasi utama sebesar 67,67%; realisasi pelaksanaan jaringan irigasi tersier mencapai 87,57%; dan untuk pembangunan dan rehab JIAT mencapai 93,91%.
Hermanto mengungkapkan, capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi dengan berbagai pihak. Kementerian Pertanian terus melakukan koordinasi dan sinkronisasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) serta BBWS/BWS di daerah.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi lintas sektor, khususnya bersama Kementerian Pekerjaan Umum, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Ke depan, implementasi Inpres 2 Tahun 2025 akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan berbagai kegiatan strategis lain. Misalnya optimasi lahan dan cetak sawah rakyat di seluruh wilayah Indonesia. (H-2)
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Di tengah isu kenaikan harga telur di berbagai daerah, para peternak menegaskan bahwa harga di kandang tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan.
Para peternak ayam petelur menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas).
PRESIDEN Prabowo Subianto, memberikan apresiasi atas capaian sektor pangan nasional di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Dalam Sidang Kabinet Paripurna, swasembada
Dalam waktu 10 bulan terakhir, Kementan telah mencatat 260-an kasus kejahatan pangan yang kini sedang diproses aparat penegak hukum.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Presiden Prabowo menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Gubernur Khofifah atas capaian Jawa Timur sebagai produsen padi dan beras tertinggi nasional 2025.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026 di Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved